ITW: ATPM & Showroom Wajib Miliki Sekolah Mengemudi Gratis

25
Edison Siahaan

Jakarta, BP–Indonesia Traffic Watch (ITW) mendesak pemerintah untuk mewajibkan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan showroom kendaraan memiliki sekolah atau kursus mengemudi gratis, sebagai bentuk tanggung jawab mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Sudah waktunya ATPM dan showroom kendaraan diwajibkan memiliki sekolah mengemudi gratis,” kata Ketua Presidium ITW Edison Siahaan.
Berdasarkan data empiris, kata Edison, kesemrawutan dan kekacauan bahkan kecelakaan lalu lintas di sejumlah kota besar khususnya Jakarta, kerap dipicu karena perilaku pengendara yang tidak taat aturan, disusul akibat faktor jalan dan kendaraan.
“Nyaris di seluruh ruas jalan Ibukota terlihat perilaku yang membahayakan, dari mulai pelanggaran rambu-rambu hingga melawan arus. Lalu lintas kita adalah potret sebuah bangsa yang belum beradab,” tegas Edison.
ITW mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi lupa membangun kesadaran tertib berlalu lintas masyarakatnya. Secanggih apa pun infrastruktur dan sehebat apa pun teknologinya, bisa menjadi tidak bermanfaat bahkan justru berpotensi menimbulkan masalah, apabila masyarakatnya tidak memiliki kesadaran dan ketaatan pada aturan.
Menurut Edison, sekolah atau kursus mengemudi gratis sangat efektif untuk merestorasi kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat. Lewat sekolah atau kursus mengemudi gratis akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas yang kemudian dijadikan sebagai pelopor-pelopor keselamatan berlalu lintas.
Oleh karena itu, ITW mendesak pemerintah agar meminta  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk mengkoordinir agar setiap ATPM dan shoowroom diwajibkan memiliki sekolah atau kursus mengemudi gratis.
“Mengikuti pelatihan tentang keselamatan lalu lintas serta kemampuan menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya menjadi persyaratan untuk membeli kendaraan,” ujar Edison.
Lebih lanjut Edison menjelaskan, semua pihak khususnya ATPM harus bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan serta keterampilan sebelum menjalankan aktivitas dan menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya.
Pemerintah harus memastikan bahwa setiap pengguna kendaraan di jalan raya sudah memiliki keterampilan, kepekaan, dan kepedulian terhadap keselamatan diri pengemudi sendiri maupun orang lain sebagai sesama pengguna jalan.
“Pelatihan di sekolah atau kursus mengemudi gratis menjadi bagian awal dari proses untuk memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM,” kata Edison.#rel
Baca Juga:  ITW: Pemerintah Kurang Serius Wujudkan Kamseltibcarlantas
Komentar Anda
Loading...