Ingin Pemimpin Yang Mau Kerja Keras Tapi Santai

Stand-up comedian Mongol Stress saat menjadi MC di acara “#PemimpinZaman Now (Kreatif dan Produktif)” di Mall Palembang Icon, Palembang , Sabtu (2/12).
Palembang, BP
Stand-up comedian Mongol Stress menilai, kalau pemimpin zaman now adalah pemimpin yang mau berkerja, tegas tetapi santai.
“Jadi tegas oke, santai oke tapi mau berkerja , tiga itu saja , enggak usah banyak-banyak, kalau kebanyakan suka hambar ,” katanya saat menjadi MC di acara “#PemimpinZaman Now (Kreatif dan Produktif)” di Mall Palembang Icon, Palembang , Sabtu (2/12).
Untuk pemerintahan saat ini, dia berharap secara pribadi dia mengaku puas dengan pemerintahan saat ini , dengan apa yang sudah di capai Presiden Jokowi yang menurutnya suatu capaian yang luar biasa yang tidak pernah dapat dari periode-periode sebelumnya .
“Tapi bukan berarti periode sebelumnya gagal tetap berkarya mereka tapi untuk saat ini didepan mata kita khan pak Jokowi , apa yang sudah di capai bahkan 1 Januari 2018 bok Mahakam sudah sah diambil alih pertamina , berarti khan keren, harusnya negara sendiri yang mengelola aset negara sendiri, kemarin Freport sekarang sudah pertamina yang mengambil alih,” katanya.
Untuk pendamping Jokowi di Pilpres 2019 , Mongol belum membaca siapa namun kalau memang anak muda yang bagus , kapabilitasnya bagus, karakternya bagus dan sudah mumpuni kenapa tidak , tapi kalau memang adanya orangtua yang penting bisa kerjasama namun yang penting mencari pemimpin yang mau berkerja.
Yang penting menurutnya bagaimana mencari pemimpin yang mau berkerja.
”Yang berkerja seperti siapa ya seperti sekarang, pak Jokowi berkerja, enggak ada istirahatnya , langsung kerja jadi buat mongol untuk saat ini saya memberi satu kali kesempatan pak Jokowi menjadi presiden karena karyanya sudah terlihat,” katanya.
Sedangkan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono mengadakan acara bertajuk “#PemimpinZaman Now (Kreatif dan Produktif)” mengatakan event ini merupakan event ketiga dari seri acara #DengarYangMuda. Setelah sebelumnya diadakan di Gandaria City, Jakarta dan Paris Van Java, Bandung.
Event di Palembang ini melibatkan puluhan komunitas, organisasi kepemudaan dan sekolah-sekolah di sekitar Palembang.
“Acara ini bertujuan untuk mewujudkan kehadiran pemerintah bagi generasi muda dan untuk memberi gambaran kepada generasi muda mengenai pemimpin yang harus terus mewujudkan perubahan dengan menjadi kreatif dan produktif.Selain itu, acara tersebut digagas untuk me nsosialisasikan kebijakan Presiden Joko Widodo kepada kalangan millennials,” kata Diaz.
Diaz Hendropriyono menekankan, pernyataan Presiden Jokowi bahwa perubahan merupakan hal yang pasti terjadi, dan hanya yang mau berubah yang akan dapat bertahan dan menjadi sukses.
Teknologi menjadi contoh bahwa siapa yang cepat menghadapi perubahan akan bertahan dan menang.
Menurut Diaz Hendropriyono, Presiden Jokowi terus mengedepankan kreativitas dalam hal produktivitas bekerja.
Lebih Ianjut, Diaz mengatakan bahwa Presiden Jokowi percaya bahwa suatu bangsa yang lambat dalam menghadapi perubahan akan kalah dengan bangsa Iain.
“Presiden Jokowi menerapkan kreativitas clan produktivitas ini untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa Indonesia, seperti dalam upaya menurunkan kesenjangan kaya dan miskin, memperkecil ketimpangan pembangunan antara kawasan barat dan timur Indonesia, maupun memperkuat keberagaman bangsa Indonesia,” ujarnya.
Diaz Hendropriyono menyatakan bahwa kunci dalam menyelesaikan masalah bangsa Indonesia yang sangat kompleks saat ini ialah dengan menghindari retorika dan fokus untuk terus bekerja dan bekerja.
Acara yang digagas oleh Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono ini menggelar sesi mentoring bagi anak muda Palembang.
Sesi mentoring ini dibagi beberapa bidang, seperti dengan tema fotografi oleh Michael Cools, event organizing oleh Arif Kurniagung, dan Angkie Yudistia dalam bidang sociopreneurship. Kemudian, acara ini dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu oleh MC stand-up comedian yang mampu mengocok perut yang hadir.
Mongol Stress dan diisi oleh Putri Marino aktris pemenang Piala Citra 2017, Morgan 0ey, dan Muhammad Bejita, atlet Sumatera Selatan peraih medali emas ASEAN Para Games 2017.#osk