Alfaro Sedot Suara Pemilih Pemula

Hasil Survey LKPI
Palembang, BP
Bakal calon walikota Palembang 2018-2023 M. Akbar Alfaro, berhasil menyedot pemilih pemula di Kota Palembang. Pria yang disapa dengan nama Gerry ini menarik elektoral pemilih pemula yang tadinya banyak belum menentukan pilihan (massa mengambang) dari survei survei sevelumnya.
“Dari temuan survei akhir bulan Oktober yang dilakukan di Kota Palembang, ada kenaikkan yang cukup signifikan dari M. Akbar Alfaro khususnya dari elektoral pemilih pemula. Tarikan elektoral yang disedot M.Akbar Alfaro cukup besar dibandingkan calon-calon lainnya. Terlebih lagi ketika nama Lury Elsa Alex Noerdin yang menyatakan paska tidak majunya sebagai calon walikota Palembang,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto, ST dalam press releasenya, Minggu (19/9).
Trend kenaikkan elektabilitas M. Akbar Alfaro khususny terhadap pemilih pemula ini, lanjut lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini dari survei yang dilakukan sebelumnya cukup baik. Survei bulan Agustus akhir, pemilih pemula yang menjatuhkan pilihannya kepada pria yang terkenal dengan Gerakan Peduli Sesama (GPS) ini masih rendah, 3,9 persen, sementara Lury Elza Alex Noerdin 9,9 persen.
Namun, setelah survei akhir bulan Oktober paskah Lury Elsa Alex Noerdin menyatakan tidak ikut maju dalam pertarungan Pemilihan walikota Palembang 2018, pemilih pemula yang tadinya merupakan basis suara Lury Elsa Alex Noerdin beralih ke M. Abar Alfaro.
Dilihat dari persepsi pemilih pemula, ia bisa mengantikan Lury Elsa Alex Noerdin yang batal maju di Pilkada walikota Palembang.
“Dari simulasi yang dilakukan, setelah nama Lury Elza Alex Noerdin dihilangkan dari berbagai pertanyaan semi terbuka dan tertutup, tumpahan pemilih pemula yang tadinya memilih Lury Noerdin beralih ke M. Akbar Alfaro. Tadinya Lury sangat kental dengan pemilih pemula, ternyata setelah disimulasi dengan menghilangkan nama Lury, pemilih pemula menjatuhkan pilihannya kepada M.Akbar Alfaro,” katanya.
“Dari 3,9 persen pemilih pemula M. Akbar Alfaro, survei akhir Oktober menjadi 15,6 persen. Lebih dari 70 persen pemilih pemula Lury beralih ke M Akbar Alfaro. Sementara 30 persen dari angka tersebut ke Harnojoyo, Sarimuda,” terang mantan Kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) Sumsel, babel dan Bengkulu ini.
Diterangkannya, keberhasilan Akbar menarik pemilih pemula, juga terdeteksi dari gerakan M. Akbar Alfaro yang cukup gencar. Mulai dari musik rakyat, Gerakan Peduli Sesama (GPS), serangan udara (televisi, radio) yang akhir-akhir ini cukup massive dan serangan darat (sosialisasi tatap muka) yang tepat dan terukur. Program-program yang ditawarkan Akbar cukup menarik perhatian dan disenangi pemilih pemula. Tawaran pembukaan lapangan kerja dan UMKM juga cukup mendongkrak kenaikkan elektabilitas pemilih pemula bagi ketua HIPMI Sumsel ini.
Selain itu, ditingkat segmen demografi pendidikan, M. Akbar Alfaro juga terlihat cukup baik pemilihnya. Golongan yang berpendidikan SMA dan masih kuliah serta tamat S-1 cukup besar menyumbang kenaikkan elektabilitas. Responden yang tamat SMA menjatuhkan pilihannya 7,8 persen dan masih kuliah 1,8 persen. Ditingkat gender, Akbar banyak dipilih kaum perempuan dengan alasan karena Ganteng.
“Kalau perempuan, pemilih Akbar memilihnya salah satunya karena ganteng. Ia juga dari segemen tingkat pendidikan yang memilihnya merupakan pemilih yang masih menempuh pendidikan kuliah dan SMA juga tergolong bagus,” kata Iyan.
Bagaimana elektabilitas? dari survei yang mengggunakan Metode Multistage Random sampling dengan melibatkan 420 responden dan marjin of error +/_5% ini, Akbar berada di urutan ketiga, di atas Mularis Djahri. Urutan pertama masih ditempati Harnojoyo dan diikuti dengan Sarimuda.
“Khusus untuk elektabilitas, urutan pertama masih ditempati
Harnojoyo, sementara urutan kedua ditempati Sarimuda. M. Akbar Alfaro dan Mularis Djahri sama sama berada di urutan tiga besar. Selisih elektabilitasnya sangat kecil. Namun, yang harus diingat, pemilih pemula di Kota Palembang pada pemilukada 27 Juni 2018 cukup besar. Maka dari itu, harus menjadi perhatian besar bagi calon-calon yang akan maju di pemilukada, entah itu dari partai politik maupun dari non partai politik (independen). Sumbangan suara dari pemilih pemula ini cukup signifikan dan menentukan bagi calon calon yang akan bertarung di Pilkada Kota Palembang,” katanya.#osk