DPRD Sumsel Minta Kaji Ulang One Way

Palembang, BP
Uji coba sistem satu arah (one way) di Jalan POM IX dan Jalan Dhani Effendi (Radial) yang mulai dilakukan Rabu (8/11) kemarin, namun pihak DPRD Sumsel meminta pengkajian ulang penerapan one way tersebut agar lebih efektif agar tidak membingungkan masyarakat.
Hal ini dikemukakan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, RA Hj Anita Noeringhati, Kamis (9/11).
Anita mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya dinas perhubungan dan dinas terkait untuk mengurai kemacetan di dua ruas jalan tersebut. Namun sebagai pengguna jalan dia menilai perlu adanya evaluasi karena uji coba one way masih membingungkan pengguna jalan.
Menurut Politisi Golkar ini, dengan penerapan sistem one way di jalan POM IX memang membuat arus lalu lintas jadi lancar. Namun, dampaknya ke jalur yang dari arah Bukit lebih parah kemacetan yang terjadi karena .
Seharusnya menurutnya, harus dilakukan survei terlebih dahulu untuk jalur yang memang jadi penyebab kemacetan setiap harinya.
“Contoh saja dari arah Bukit itu tiap hari macet, sekarang malah lebih macet pasca diterapkannya satu arah di POM IX dan Jalan Radial,” katanya.
Anita meminta dinas terkait melakukan kajian ulang terhadap sistem satu arah tersebut. Selain itu, untuk uji coba penerapan sistem satu arah jangan terlalu lama agar lebih mudah untuk evaluasi.
“Uji coba itu satu minggu saja, kalau kira-kira tidak ada perubahan baik harus dilakukan evaluasi. Sosialisasi kepada masyarakat juga harus lebih detil, jangan cuma memberi tahu lewat media sosial saja. Jadi masyarakat juga lebih paham dan tidak terkena jebakan Batman,” katanya.
Pihaknya, juga menyayangkan mengapa penerapan sistem satu arah baru dilakukan di Jalan Radial setelah dibukanya Mall Transmart. Dirinya, paham betul perlu pengaturan lalu lintas di ruas jalan yang terjadi kemacetan, namun tetap jangan sampai masyarakat jadi kebingungan.
“ Perlu di kaji ulang dan dievaluasi terutama tertumu di Bukit Besar, tidak ada one way sudah macet apalagi ada one way, makanya aku bilang kenapa sejak ada transmart ada penutupan jalan , jangan lupa semua kegiatan yang ada di pinggir jalan itu harus ada andalalinnya, analisa dampak lalu lintas, kami belum mengecek mereka ada andalalin atau tidak, “ katanya.
Hal senada dikemukakan anggota Komisi II DPRD Sumsel Fahlevi Maizano menilai, uji coba one way menyebabkan terjadinya pengalihan dan penumpukan kendaraan yang harusnya di antisipasi aparat seperti di Jalan KH Ahmad Dahlan, Bukit Besar.
“Khan uji coba dan sosialisasi namanya sekarang ini, jadi kalau masyarakat belum tahu polisi jangan melakukan tindakan , harus di kasih tahu dan diarahkan kemana,” katanya.#osk