Lima Tahun Tunggu IPAL Selesai

36

Palembang, BP — Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur di lahan seluas 5,7 hektar dijanjikan selesai dalam pada 2022. Lantaran tahun mendatang dilarang adanya pembangunan di Kota Palembang untuk mendukung ketertiban perhelatan Asian Games 2018.

 

Tahap awal pembangunan IPAL ditargetkan selesai lima tahun mendatang ini akan mulai dilakukan konstruksi pada 2019. Tahap awal ini 12 ribu sambungan dengan perkiraan pipa distribusi sepanjang 8 Km. IPAL sekala perkotaan ini untuk wilayah Palembang bagian timur yaitu Ilir Timur (IT) 1, IT 2, IT 3 dan Kalidoni.

 

Pembangunan di tahap pertama ini adalah hibah dari Pemerintah Australia senilai Rp500 miliar. IPAL Sei Selayur dengan kapasitas 22 ribu sambungan ini akan mengolah limbah rumah tangga dan dialirkan kembali ke sungai dalam keadaan bersih.

 

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, Kota Palembang terpilih karena 96,07 persen warganya telah mengakses air bersih serta memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan sanitasi warganya terkait dengan penanganan drainase, limbah dan sampah.

Baca Juga:  Raup Omzet, Pulihkan Ekonomi Pelaku UMKM di Muba

 

Dengan selesainya proyek ini, mengurangi masyarakat yang suka langsung membuang limbah ke sungai. “Total nilai pembangunan seluruhnya Rp1,2 triliun. Untuk kekurangannya diupayakan dari APBD dan APBN. Untuk tahap awal ini prosesnya sampai lima tahun mendatang,” ujarnya usai pelaksanaan Groundbreaking IPAL Sei Selayur, Kamis (2/11).

 

Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sri Hartoyo mengatakan, pembangunan IPAL tersebut memang dibutuhkan waktu yang tak sedikit. Ia menyontohkan, untuk pemasangan pipa yang menghubungkan antara perumahan dengan pusat IPAL harus ditanam sangat dalam di dasar tanah.

 

“Ini butuh waktu sampai tiga tahun di samping mengerjakan yang lain,” jelasnya.

 

Ia mengatakan, skala kota besar memang sudah menerapkan IPAL sebagai pengolahan limbah sekala perkotaan. Di Indonesia, ada 13 kota yang sudah menerapkan sistem ini, seperti diantaranya Medan, Solo, Jogja, Bandung dan Denpasar. “Sementara yang baru akan menerapkan itu Aceh, Riau juga Makasar,” katanya.

Baca Juga:  Forkesi Sumsel Gelar Edutrip LRT, Fun Walk, dan Kopdar Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025

 

Seperti di Kota Bandung, ia menambahkan, IPAL digabungkan dengan sistem PDAM. Hal demikian pun bisa dilakukan di Palembang. Pengolahan limbah diyakininya tidak menggunakan bahan kimia setikitpun. “Kita tidak pakai bahan kimia untuk proses penghancuran limbah, murni dengan proses biologi,” terangnya.

 

Menurutnya, air yang telah diproses dapat dibuang ke sungai-sungai di Palembang termasuk Sungai Musi. Sebab, air yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut sudah berdasarkan standar Pod 30 ppm dan Cod 100 ppm. “Air dari hasil pengolahan dapat dibuang ke sungai yang biasa digunakan untuk bahan baku air minum seperti misalnya Sungai Musi,” terangnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengatakan, dengan adanya pembangunan IPAL di Palembang ini akan memberikan economic infac bagi Sumsel. Ia menilai, sebelum dan setelah pembangunan ini, akan menyerap tenaga kerja yang besar. Selain itu, dengan selesainya proyek ini akan menjadikan masyarakat menjadi sehat.

Baca Juga:  Pembangunan IPAL Palembang Nyaris Rampung

 

“Jika masyarakat sehat, maka akan menjadi produktif dalam pergerakan dan perekonomian menjadi besar,” katanya.

 

Duta Australia untuk Indonesia Paul Grigson menambahkan, dipilihnya Palembang karena merupakan kota yang progresif. Segala persyaratan dan perlengkapan terpenuhi. Selain itu juga, Indonesia merupakan tetangga terdekat dengan Negara Australia. “Proyek ini diharapkan berhasil dengan sukses dan menjadi contoh bagi kota lain,” ungkapnya.

 

Groundbreaking tersebut dihadiri oleh Kedutaan Australia untuk Indonesia Paul Grigson, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Walikota Palembang Harnojoyo, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sri Hartoyo, dengan sumbolis menyekop pasir di area IPAL. #pit

 

Komentar Anda
Loading...