Hindari Impor Daging, Dodi Prakarsai Bank Sapi

Sekayu, BP–Warga Musi Banyuasin (Muba) patut bersyukur. Meski warga kabupaten berjuluk Bumi Serasan Sekate ini tergolong pengonsumsi ikan sungai, tak sedikit yang gemar mengonsumsi daging sapi.
Untuk mencukupi kebutuhan daging, Bupati Muba H Dodi Reza Alex menggagas bank sapi. Tahap awal, Dodi menggandeng kelompok Placenta, sebuah kelompok tani peternak sapi di Kecamatan Plakat Tinggi, Muba.
Siswandi, Camat Plakat Tinggi mengatakan, upaya tersebut sebagai inovasi baru. Terutama soal pendirian sekolah peternakan sapi.
“Di Plakat Tinggi ada organisasi masyarakat peternak sapi yang menamakan diri Plazenta (Plakat Tinggi Zona Petani Peternakan Sapi). Dari sinilah ide organisasi Plazenta yang dibina langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex menggagas bank sapi bermula. Dodi sebagai dewan penasihat akan mendirikan bank sapi,” ujarnya.
Ia berharap rencana tersebut dapat terlaksana. Sehingga masyarakat tidak lagi impor sapi dari luar, melainkan bisa dihasilkan dari Plakat Tinggi. Untuk mewujudkan usaha ini, sudah disiapkan lahan seluas 26 hektar tinggal pelaksanaan. “Pemerintah Kabupaten Muba mendukung penuh. Tahun 2018 bisa terlaksana,” kata Dodi.
Apa yang dicita-citakan Dodi selaras dengan warga Muba di sejumlah kecamatan yang mayoritas penduduknya eks transmigran.
Hal ini tampak saat warga menggelar ritual Sedekah Bumi berupa nasi tumpeng dan hiburan musik campur sari yang dilakukan oleh masyarakat Plakat Tinggi secara swadaya bertempat di Desa Air Putih Ulu, Kecamatan Plakat Tinggi, akhir Oktober lalu.
Dodi menyampaikan ucapan terima kasih telah diterima dengan baik, penuh keramahan yang luar biasa dan ramai dihadiri oleh masyarakat setempat.
Khusus sedekah bumi, Dodi mengapresiasi pelaksanaan sedekah bumi sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat dari Sang Maha Pencipta.
“Sedekah Bumi merupakan acara yang sangat baik dan harus dilestarikan maka dari itu dibuatkan secara resmi, masukkan di program kerja jangan secara swadaya saja, ini merupakan tradisi dengan tujuan berserah kepada Sang Pencipta, ucapan syukur atas segala rezeki dan nikmat yang dilimpahkan, sehingga kita siap mengisi pembangunan di daerah,” tukasnya.
Dodi juga mengatakan, untuk diketahui 36 tahun yang lalu, berduyun-duyun masyarakat dari pulau seberang datang ke Muba dengan harapan agar anak cucu sejahtera.
Oleh karena itu harapan tersebut harus dijaga, tahun 2018 akan melakukan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran termasuk di Kecamatan Plakat Tinggi, berupa pembangunan jalan, listrik dan air bersih.
“Selain itu juga kesejahteraan bagi petani kelapa sawit dan karet untuk diperhatikan, salah satu program yang telah Pemkab Muba lakukan ialah peremajaan untuk kelapa sawit. Kedepan akan ada usulan peremajaan karet yang telah disetujui oleh Presiden Jokowi. Selain itu untuk mengatasi harga karet yang naik turun, akan diciptakan aspal berbahan dari karet, sehingga nilai jual karet bisa tinggi. Intinya masyarakat sejahtera, dengan penuh semangat masyarakat saya yakin bisa. Mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mensejahterakan anak cucu kita nanti”, ujar orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate.
Ketua Pelaksana, Sukarji menyampaikan sedekah bumi adalah suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi.
“Acara silaturahmi dengan masyarakat, zikir dan doa bersama yang dirangkum dalam Kegiatan Sedekah Bumi Transmigrasi ke 36 dan sekaligus Hari Jadi Kecamatan Plakat Tinggi ke-12 tahun 2017. Semoga dengan sedekah bumi ini menjadikan Kecamatan Plakat Tinggi dengan masyarakatnya selalu dikaruniai kesehatan dan kesejahteraan selalu,” ucapnya. #arf