Alex Minta Proyek PLTS Jakabaring Dipercepat

Palembang, BP–Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 MW yang merupakan kerja sama PDPDE dengan PT Sharp Corporation Jepang di Jakabaring agar dikebut pengerjaannya dengan target penyelesaian konstruksi paling lambat awal Desember 2017.
Alex juga berharap target tersebut bisa dipercepat hingga akhir November 2017. Mengingat pada 21 November akan dilaksanakan rapat bersama seluruh instansi terkait, baik dari PT Sharp Corporation, perwakilan Pemerintah Jepang, instansi terkait Pemerintah Provinsi Sumsel, PT PLN, PDPDE, dan lainnya.
“Kalau bisa sebelum rapat, pengerjaan konstruksi sudah selesai dan bisa dipaparkan dalam rapat. Selain untuk mengejar deadline subsidi dari Pemerintah Jepang pada Desember nanti,” ujar Alex saat menerima audiensi pimpinan PT Sharp Corporation Japan Mr Sato, di Griya Agung Palembang, Kamis (2/11).
Dikatakan, PDPDE sebagai penanggungjawab proyek yang menggunakan sistem Joint Crediting Menchanism (JCM) tersebut dapat bekerja dengan aktif dan berkonsultasi terus menerus dengan PT Sharp Corporation, sehingga kendala-kendala yang dihadapi dapat lebih cepat diselesaikan, seperti proses pengiriman barang baik dari Jepang, China dan negara lainnya.
“Kalau ada masalah yang bisa menghambat segera laporkan ke saya. Jadi kita bisa bantu supaya cepat selesai,” tegasnya kepada Direksi PDPDE.
Pimpinan PT Sharp Corporation Japan Sato mengapresiasi semua pihak terkait, khususnya Pemprov Sumsel. Sehingga proyek PLTS dapat berjalan lancar. Selain itu, pengerjaan proyek dengan nilai investasi 3 juta dollar AS itu bisa dipercepat untuk mengejar batas waktu yang diberikan Pemerintah Jepang, yakni untuk subsidi dana harus bisa diterima pada Desember 2017.
“Pengerjaan di lokasi kita harapkan bisa dipercepat agar subsidi bisa didapatkan pada Desember. Ada beberapa agenda yang akan dibahas pada rapat 21 November nanti, mulai dari kondisi terkini dari proyek, permasalahan dan kendala yang dihadapi dan sebagainya,” jelas dia.
Sementara itu, Direktur Operasional PDPDE Sjamsul Rizal Usman mengatakan, kondisi pengerjaan saat ini sudah dalam pengecoran balok pondasi. Progresnya sendiri mencapai 40%. Kendala utama yang dihadapi adalah apabila hujan turun lokasi pengerjaan menjadi becek sehingga sedikit menghambat. Namun, pihaknya memastikan konstruksi akan terus dipercepat.
“Secara keseluruhan tidak ada masalah, seperti ketersediaan material semua sudah ada di gudang. Untuk pengerjaan di bagian kelistrikan akan berjalan paralel baik penanaman kabel, penyambungan dan lainnya,” pungkasnya. #rio