Alex Enggan Ungkap Strategi Pemenangan Dodi Reza Alex

11
H Alex Noerdin

Palembang, BP — Meski DPP Partai Golkar sudah mengeluarkan rekomendasi dukungan terhadap H Dodi Reza Alex untuk maju Pilgub Sumsel 2018, namun Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel H Alex Noerdin belum mau mengatakan apakah ada perintah partai untuk pemenangannya dan strategi pemenangannya.

“Oh itu internal kita. Internal golkar nanti ya,” kata Alex singkat usai rapat paripurna DPRD Sumsel, Jumat (27/10).

Alex yang juga Gubernur Sumsel dua periode ini, pun enggan mengomentari soalnya majunya kader Partai Golkar lainnya H Mawardi Yahya yang sudah resmi menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur Sumsel mendampingi H Herman Deru.

“No comment untuk itu,” katanya.

Alex juga enggan menjawab kabar bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal mendukung Dodi.

“Dak tahu aku. Kito dak ikut-ikut,” katanya.

Sekretaris DPW PKB Sumsel, Nasrul Halim mengatakan, kalau mereka sudah melakukan komunikasi dengan H Dodi Reza Alex dan calon Gubernur lain yang mendaftar di PKB Sumsel beberapa waktu yang lalu.

“Termasuk Ishak, Herman Deru, Aswari juga , pak Dodi juga masukkan berkas pencalonan juga ke kita , beliau-beliau sudah ikut fit and profer test di DPP PKB, tinggal kita menunggu keputusan DPP,” katanya .

Selain itu menurutnya, bisa saja PKB menjatuhkan dukungan kepada sosok Dodi Reza Alex dalam Pilgub Sumsel.

Baca Juga:  "Gaung Genderang Darussalam”

“Mudah-mudahan yang dukung DPP calon yang sudah berpasangan dan semua kandidat punya kans semua, kalau kami hanya mengantarkan saja , memberikan masukan termasuk hasil survey,” katanya.
Namun, Nasrul mengaku, belum menjalin komunikasi dengan Alex Noerdin selaku Ketua DPD 1 Golkar Sumsel terkait pilgub Sumsel.

“Saya rasa empat nama ini punya peluang dan punya potensi. Siapa yang akan diusung PKB, belum tahu. Mungkin minggu-minggu ini keluar namanya dari DPP,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah memutuskan mendukung pasangan Harnojoyo-Fitrianti Agustinda pada pemilihan calon walikota Palembang 2018 mendatang.

Nasrul Halim mengatakan, keputusan mendukung calon incumbent Harnojoyo pada pilkada Palembang merupakan keputusan DPP PKB dengan mendengarkan pertimbangan dari pengurus PKB di daerah.

Selain itu kata dia, berdasarkan hasil survei internal pihaknya, Harnojoyo masih menempati posisi teratas dibanding kandidat lainnya. Dengan alasan inilah PKB memutuskan mendukung sosok Harnojoyo di pilkada Palembang.

“Itu memang keputusan DPP, dan DPP mendengarkan usulan dari DPC. Karena DPC yang tahu calon didaerahnya,” kata Nasrul yang juga anggota Komisi IV DPRD Sumsel ini.

Menurutnya, semula PKB merekomendasikan kader PKB, Hernoe Roesprijadji untuk maju di pilkada Palembang. PKB menugaskan Hernoe untuk mencari pasangan dan partai koalisi untuk mencukupi syarat dukungan 10 kursi. Namun karena batas waktu 14 hari yang ditentukan kepada Hernoe telah habis, maka PKB memutuskan mendukung Harnojoyo.

Baca Juga:  22 Juli Batas Akhir Pembayaran Pajak

Lanjut dikatakan Nasrul Halim, mengenai Surat keputusan (SK) dukungan PKB kepada Harnojoyo akan segera keluar pada pekan ini.

“Kalau Palembang dukung Harnojoyo, tapi SK nya belum, minggu-minggu inilah keluar SK nya,” katanya.
Sedangkan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumsel H Agus Sutikno memastikan, belum mendukung salah satu calon Gubernur Sumsel yang ada.

Karena menurutnya, DPP PPP belum mengeluarkan SK rekomendasi ke DPW PPP Sumsel.

“Saat ini proses penjaringan dan dukungan kepada Calon Bupati, Walikota, dan Gubernur sedang “on going process” atau sedang dalam tahap pemyampaian visi dan misi. Semua calon dari Kabupaten Kota maupun Provinsi sudah semua melakukan pemaparan visi misi, tinggal satu daerah yaitu Kabupaten Banyuasin yang segera melakukan tahapan itu,” kata Agus.

Setelah menyampaikan visi misi, dijelaskan Agus, setiap calon yang belum memiliki pasangan diberikan penugasan untuk mencari pasangan terlebih dulu sebagai syarat dari PPP untuk mengeluarkan SK rekomendasi.

“Seluruh bakal calon harus menyampaikan pasangan masing-masing termasuk juga perahu dukungan dari partai lain untuk calon tersebut. Seperti contoh, daerah yang sudah mendaftar berpasangan diantaranya ada Kota Pagar Alam dengan calonnya Ida Fitriati Basjuni, Kabupaten Muara Enim ada nama Nurul Aman dan Palembang juga sudah ada yang berpasangan yaitu Harno Finda. Sementara untuk daerah lain belum menentukan pasangan, termasuk juga untuk di Pilkada Gubernur ini,” katanya.

Baca Juga:  Calon Muda Bisa Memenangkan Pilgub Sumsel 2018

Sedangkan deadline keluar rekomendasi dari DPP PPP Sumsel menurutnya sampai akhir November.osk

Sebelumnya Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex (DRA), secara resmi diusung partai Golkar sebagai bakal calon Gubernur Sumsel periode 2018-2023 mendatang.

SK DPP Partai Golkar berupa penetapan DRA, secara penugasan untuk wajib maju dalam Pilgub Sumsel 2018 telah ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, Senin (23/10) malam.
Saat dikonfirmasi hal tersebut, Ketua Harian DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Tim Pilkada Pusat Nurdin Halid membenarkan SK Golkar tersebut.

“Ketum Golkar (Setya Novanto) sudah memutuskan dengan berbagai pertimbangan, menugaskan kepada Dodi untuk maju sebagai Cagub Sumsel. Jadi ini penugasan partai dan insyaallah tidak ada perubahan,” kata Nurdin, Selasa (24/10).

Menurut, mantan ketua PSSI ini, memang semula Dodi mempertimbangkan, Karen baru jadi Bupati Muba, tapi DPP Golkar, bersama tim Pilkada serta Ketum menugaskan hanya Dodi kader Golkar yang ada di Sumsel, paling potensial jadi Gubernur. Oleh karena itu Golkar memutuskan hal tersebut.#osk

 

Komentar Anda
Loading...