Dodi Reza Resmi Maju di Pilgub Sumsel

50
H Dodi Reza Alex

Palembang, BP–Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex (DRA), secara resmi diusung partai Golkar sebagai bakal calon Gubernur Sumsel periode 2018-2023 mendatang.

SK DPP Partai Golkar berupa penetapan DRA, secara penugasan untuk wajib maju dalam Pilgub Sumsel 2018 telah ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, Senin (23/10) malam.

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Ketua Harian DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Tim Pilkada Pusat Nurdin Halid membenarkan SK Golkar tersebut.

“Ketum Golkar (Setya Novanto) sudah memutuskan dengan berbagai pertimbangan, menugaskan kepada Dodi untuk maju sebagai Cagub Sumsel. Jadi ini penugasan partai dan insyaallah tidak ada perubahan,” kata Nurdin, Selasa (24/10).

Menurut, mantan ketua PSSI ini, memang semula Dodi mempertimbangkan, Karen baru jadi Bupati Muba, tapi DPP Golkar, bersama tim Pilkada serta Ketum menugaskan hanya Dodi kader Golkar yang ada di Sumsel, paling potensial jadi Gubernur. Oleh karena itu Golkar memutuskan hal tersebut.

Baca Juga:  DPP Hanura Hanya Keluarkan Nama H Dodi Reza Alex

“Soal Wakil, dipenugasan ini nanti Dodi cari wakil termasuk partai yang akan berkoalisi, karena didaerah-daerah dinamis sehingga DPP hanya menyetujui,” katanya.

Ditambahkan Nurdin, selain memang kader Golkar Dodi dinilai tren elektabilitas cukup menjanjikan hingga proses pemilihan nantinya, padahal selama ini Dodi dan mesin partai belum bergerak.

“Secara objektifnya, elektabilitas yang bersangkutan bergerak naik, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kandidat lainnya. Karena Dodi belum bergerak jadi calon Gubernur, dan ia punya survei elektabilitas paling bagus, dan trennya naik,” katanya.

Disinggung jabatan Dodi yang baru sebagai Bupati Muba nanti akan membuat kecewa pemilihnya nanti, Nurdin menilai dengan jabatan lebih tinggi justru (Gubernur) hal itu akan lebih efektif.

“Saya rasa dengan menjabat sebagai gubernur nantinya, hal Itu makin berpotensi menepati janji Dodi selama ini, karena jadi gubernur lebih dekat, jaringan lebih banyak dan itu malah bagus,” katanya.

Sementara Dodi Reza Alex sendiri selama ini belum mau berkomentar soal maju dirinya sebagai Cagub Sumsel.

Baca Juga:  Belasan Orang Terjaring Razia di Palembang

“Saya belum bisa komentar masalah itu (pilgub), tapi dua atau tiga hari lagi baru saya bisa berkomentar karena masih menunggu arahan DPP Partai Golkar,” kata Dodi beberapa waktu yang lalu.

Saat ditanya kembali soal keinginan maju dalam Pilgub Sumsel dari Partai Golkar sebagai salah satu kader yang muncul dalam survei, Dodi menolak berkomentar lebih panjang.

“Saya belum bisa berkomentar banyak, mohon maaf, tapi kita lihat saja nanti waktu ke depan seperti apa,” ujar Dodi.
Sedangkan Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas yang digadang-gadang akan berpasangan dengan H Dodi Reza Alex mengaku bersyukur jika elaktibilitasnya bagus dalam pilgub Sumsel.

“Belum tahu masih menunggu, galak nomor 2 ajalah , kalau enggak ya enggak maju, pokoknya komunikasi jalan terus sekarang masih menunggu izin dari DPP terutama ibu Ketua Umum , apakah boleh maju atau tidak , apapun keputusannya Giri Ramandha siap menjalankan keputusan tersebut , “ katanya ketika ditemui di DPRD Sumsel, Selasa (24/10).

Baca Juga:  Partisipasi di Pilgub Sumsel Mendekati Target Nasional

Sebagaimana diketahui, Dodi, yang saat ini menjabat Bupati Musi Banyuasin, disebut-sebut akan maju dalam Pilgub 2018. Dia diprediksi akan berduet dengan Ketua DPRD Sumsel Giri Ramandha N Kiemas, yang juga Ketua DPD PDIP Sumsel.
Meski demikian, belum diketahui siapa yang akan menjadi cagub/cawagub. Nama Dodi muncul di beberapa survei dan diprediksi menjadi tokoh dari Partai Golkar yang akan menggantikan ayahnya, H Alex Noerdin.

Saat ini, Partai Golkar telah memiliki 10 kursi di DPRD Sumsel dan hanya membutuhkan 5 kursi lagi untuk bisa mengusung calon. Sedangkan PDIP memiliki 13 kursi dan hanya kurang 2 kursi.

Ini artinya, jika kedua partai mengusung Dodi dan Giri untuk maju dalam pilkada serentak mendatang, itu berarti telah melebihi 8 kursi dari batas yang ditetapkan, yakni 15 kursi. #osk

 

Komentar Anda
Loading...