Jembatan Musi VI Rampung Desember

26
Pengerjaan tahap I Jembatan Musi VI sudah mencapai di atas 85 persen dan akan segera rampung Desember 2017.
Palembang, BP–Progres pembangunan Jembatan Musi VI yang menghubungkan Jalan Sultan M Mansyur melalui Jalan Pangeran Sido, Kecamatan Ilir Barat II ke kawasan Jalan Faqih Usman dan Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Seberang Ulu I untuk tahap I dipastikan rampung atau selesai di Desember 2017.
“Tahap I ini sudah mencapai di atas 85 persen dan akan segera rampung Desember 2017,” ungkap Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan Ucok Hidayat, Minggu (24/9).
Usai merampungkan tahap I, masih dikatakan Ucok, jembatan yang akan menghubungkan Kecamatan Seberang Ulu dengan Seberang Ilir tersebut akan dilanjutkan dengan pembangunan tahap II.
Menurutnya, pembangunan tahap I sendiri meliputi pengerjaan Pier 4 sampai Pier 10, kemudian dilanjutkan pembangunan tahap ke II, yakni pengerjaan dari Pier 4 sampai ke Pier 1 dan Pier 11 sampai seterusnya. Ditargetkan setelah pembangunan tahap II selesai jembatan tersebut sudah bisa dilalui.
“Secara keseluruhan terhadap progres pembangunan tahap I sudah mencapai di atas 85 persen. Kita harapkan Desember ini pembangunan tahap I selesai dan dilanjutkan tahap II,” kata dia.
Ia juga menjelaskan, terkait rencana pelebaran jalan yang menghubungkan jembatan tersebut sampai saat ini belum dilaksanakan karena pembangunan saat ini masih menggunakan Jalan Sultan Mansyur. Selain itu, pelebaran jalan di beberapa titik pembangunanya akan diteruskan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Untuk pelaksanaan pengerjaan sejauh ini tidak ada masalah, selain Jembatan Musi VI, saat ini juga dilakukan pengerjaan pembangunan Jembatan Musi IV. Semua jalan baik dari Jembatan Musi VI maupun Musi IV akan bertemu di fly over Simpang Jakabaring,” jelasnya.
Ditambahkannya, Jembatan Musi VI memiliki panjang 1.225 meter dengan lebar lajur 3,5 meter. Lebar jalur ditambah bahu jalan 7 meter dan trotoar 1,5 meter yang totalnya lebar jalan jembatan yakni lebar 11,5 meter.
“Untuk penyerapan anggaran sudah mencapai 90 persen berjalan sesuai capaian pembangunan. Setelah seluruh jalan dan jembatan ini selesai, Palembang akan memiliki empat jembatan dan kita harap dapat mengurangi kemacetan di Kota Palembang,” pungkasnya. #rio
 
Baca Juga:  Judul: SIGUNTANG Resmi Diluncurkan, Pemprov Sumsel Perkuat Digitalisasi dan Kepatuhan Pajak Kendaraan Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi meluncurkan Sistem Informasi Penagihan untuk Pajak Kendaraan Bermotor Terintegrasi (SIGUNTANG) dalam rangkaian kegiatan Capacity Building dan Coaching Clinic Pengisian Evaluasi Kinerja TP2DD se-Sumatera Selatan Tahun 2026 di Hotel Excelton, Selasa (7/4/2026) pagi. Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi hadirnya inovasi berbasis teknologi yang dinilai lebih humanis dalam sistem penagihan pajak kendaraan bermotor. Ia menjelaskan, metode penagihan pajak telah mengalami perkembangan signifikan, mulai dari razia pada era 1990-an, pemberitahuan melalui pos, hingga kini memanfaatkan sistem digital. Menurutnya, aplikasi SIGUNTANG tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi lebih pada peningkatan pendapatan daerah melalui kepatuhan wajib pajak. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk melalui “tekanan psikologis” yang positif agar masyarakat lebih disiplin membayar pajak. Seiring dengan modernisasi sistem, Gubernur mengingatkan bahwa masyarakat akan menuntut pelayanan yang semakin baik. Oleh karena itu, ia meminta seluruh petugas meningkatkan kompetensi, memahami hak dan kewajiban, serta aktif mengikuti coaching clinic sebagai bagian dari penguatan kapasitas. Saat ini, jumlah kendaraan di Sumatera Selatan mencapai sekitar 4 juta unit, didominasi sepeda motor. Namun, tingkat kepatuhan pembayaran pajak masih berada di kisaran 40 persen. Untuk itu, keterlibatan pemerintah kabupaten/kota menjadi sangat penting, mengingat porsi penerimaan terbesar berada di daerah tersebut. Herman Deru juga menegaskan pentingnya validitas data sebagai dasar penerapan kebijakan reward dan punishment bagi wajib pajak. Ia menyebut sektor Pajak Kendaraan Bermotor sebagai salah satu andalan pendapatan daerah yang membutuhkan sinergi seluruh pihak. Sementara itu, Kepala Bapenda Sumatera Selatan, Achmad Rizwan, melaporkan bahwa Pemprov Sumsel telah meraih sejumlah penghargaan TP2DD, di antaranya Provinsi Terbaik II Wilayah Sumatera dan Rookie of The Year pada 2024, serta Provinsi Terbaik I Wilayah Sumatera pada 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Ia menjelaskan, kegiatan capacity building dan coaching clinic bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kualitas pengelolaan dan pelaporan kinerja TP2DD di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Sebagai bagian dari percepatan digitalisasi daerah, Pemprov Sumsel melalui Bapenda menghadirkan SIGUNTANG sebagai instrumen utama dalam meningkatkan efektivitas penagihan pajak sekaligus memperkuat basis data kendaraan. Aplikasi ini berbasis web dan mobile, memungkinkan petugas melakukan pemindaian pelat nomor kendaraan di lapangan. Data kendaraan dapat langsung teridentifikasi untuk mengetahui status pajak. Jika ditemukan kendaraan yang menunggak atau mendekati jatuh tempo, petugas akan memberikan penandaan (hang tag) sebagai bentuk pemberitahuan kepada wajib pajak. Pada masa uji coba sejak 1 Januari hingga 17 Maret 2026, SIGUNTANG berhasil mendata 989 unit kendaraan dengan potensi Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp673.487.723. Dari jumlah tersebut, sebanyak 430 unit kendaraan atau 43,47 persen telah melakukan pembayaran dengan realisasi penerimaan sebesar Rp183.820.930. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Selatan, kepala BPKAD dan Bapenda kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, serta pimpinan cabang Bank Sumsel Babel. Dengan peluncuran SIGUNTANG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperkuat basis data perpajakan kendaraan, serta mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor.
Komentar Anda
Loading...