Tolak Full Day School Tingkat SD Di Sumsel
Palembang, BP

Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) H Ramlan Holdan mengatakan, kalau fraksi PKB mengharapkan khusus tingkat SD pihaknya penerapan Full Day School, karena kalau Full Day School ini dilaksanakan , akan menambah buta aksara Al Quran.
“Teman-teman TPA, BKPRMI ini tidak berfungsi lagi karena sibuknya anak-anak kita tingkat SD belajar Full Day School,” katanya, Minggu (3/9).
Karena itu pihaknya, berharap kiranya Pemprov Sumsel menolak Full Day School tingkat SD.
Dengan alasan itulah pihaknya, menolak kebijakan Full Day School khusus tingkat SD lantaran tersitanya waktu siswa, sehingga siswa tak punya banyak waktu untuk belajar mengaji di rumah ataupun di TK TPA yang selama ini dilakukan.
“Ini untuk memberikan anak-anak kita belajar Al quran, sementara kan TK TPA itu rata-rata seminggu tiga kali waktu untuk belajar mengaji. Ya kita menolak itu,” katanya.
Menurutnya, bisa saja siswa private mengaji dengan mendatangkan guru ngaji kerumah, namun kata Ramlan tak semua orang tua mampu. Dan mayoritas lebih memilih TK TPA sebagai tempat siswa menimba ilmu agama Islam.
Sebelumnya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, kalau Presien RI sudah menyampaikan Full Day School bukan sesuatu yang diharuskan.
“Sekolah SD, SMP dan SMU tergantung situasi dan kondisi , boleh menyelenggarakan , boleh menunda menyelenggarakannya sebab misalnya di daerah rumahnya jauh dan harus menyebrang sungai , masak pulangnya tengah malam, tapi di Jakarta itu sudah bisa, rata-rata sudah Full Day School lima hari dalam seminggu sampai jam 4 sore, mana siap, Palembang kalau ada sekolah siap, silahkan,” katanya.#osk