Fraksi Gerindra DPRD Sumsel Pertanyakan Besar Silpa 2017
Palembang, BP

Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Selatan melalui juru bicaranya Ir H Sujarwoto mempertanyakan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun lalu dimana peningkatan silpa tahun 2017 ini cukup siknifikan yaitu 159.44 persen atau bertambah Rp39.859.618.385.33 .
“Fraksi Gerindra menyayangkan hal ini sebab silpa yang besar mengindikasikan ada program-program yang tertunda serta kemungkinan salah perhitungan dalam menentukan target anggaran,” katanya dalam Pemandangan umum 9 fraksi di DPRD Sumsel terhadap raperda tentang perubahan APBD Sumsel tahun anggaran (TA) 2017 pada rapat paripurna XXXII DPRD Sumsel, Senin (21/8).
Selain itu pihaknya melihat dengan pengeluaran pembiayaian yang meningkat 35,76 persen atau Rp491.725.549.941.25, Fraksi Gerindra menyarankan agar hal ini perlu diperhatikan lagi terutama dalam penentuan target silpa dan pengeluaran pembiayaan agar dapat menjadi tolak ukur penyusunan anggaran yang terukur dan akuntabel yang benar-benar nyata.
Mengenai angka pendapatan asli aerah Sumsel pihaknya meminta pemprov Sumsel menjelaskan secara detail terhadap kontribusi BUMB-BUMD seperti BPR Sriwijaya, Bank Sumselbabel, PT Swarnadwipa, Jamkrida dan BUMD lain yang mendapatkan investasi dari APBD Sumsel?
“Apakah kontribusi BUMD siknifkan , bila tidak kami meminta Pemprov Sumsel mengevaluasi semua BUMD tersebut .Dan bila memungkinkan Pemprov Sumsel dapat memberikan standar besaran angka kontribusi yang harus disetorkan ke kas Pemprov Sumsel termasuk kontribusi Build Operate Transfer (BOT) kontribusinya juga dilaporkan secara rinci,” katanya.
Termasuk pengalihan aset Pemprov Sumsel kepada pihak ketiga seperti aset Pemprov yang dijadikan Alfa Mart di Jalan Jenderal Sudirman depan Kodam II Sriwijaya, Jalan Bay Salim Batubara dan Alfa Mart di tempat lain .#osk