‘Pressing’ Ketat Sylvano Dkk

15

 Jelang Sriwijaya FC vs Bali United

Palembang, BP

Laga big match akan digelar tengah pekan ini, antara Sriwijaya FC dan Bali United dalam laga lanjutan Go-jek Traveloka Liga 1, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (17/7).

SFC masih tercecer di urutan 15 klasemen sementara dengan 17 poin. Sementara Bali United menjadi salah satu kandidat juara Liga 1, karena bertengger di posisi kelima dengan 25 poin.

Pelatih caretaker SFC Hartono Ruslan menyebut lawan kali ini cukup berat. Bali United dianggap tim yang komplet.

Baca Juga:  Sriwijaya FC Vs Persebaya, Tentukan Juara Grup

Skuad yang sekarang dilatih mantan pelatih SFC, Widodo Cahyono Putro ini, punya pemain berkualitas di segala lini. Kemenangan tim berjuluk Serdadu Tridatu atas Barito Putera pekan lalu dengan skor telak 5-0, bukti betapa garangnya Sylvano Dominique Comvalius dan kawan-kawan.

“Bali United punya permainan yang kompak. Kerja sama antarlini sangat bagus. Bukan mengawal satu atau dua pemain saja, tapi seluruh pemain harus dikawal ketat,” ucap Hartono, Senin (17/7).

Pressing ketat harus dilakukan anak asuhnya sejak awal pertandingan. SFC tak boleh membiarkan tim tamu terlalu lama memegang bola dan leluasa mengkreasi serangan.

Baca Juga:  Hindari Drama Adu Penalti

“Ini tim yang sudah lama dibina. Jadi tidak mudah menghentikannya. Kita harus bermain lebih kompak, apalagi materi pemain Bali United ini bagus di segala lini,” katanya.

Menurut dia, lini depan Bali United patut diwaspadai. Pemain asal Belanda Syilvano, Marcos Abel (Argentina), dan Fadil Sausa harus mendapat kawalan ketat.

Tiga pemain ini kerapkali merepotkan pertahanan lawan-lawannya. Syilvano menjadi target man Bali United. Ia merupakan striker yang subur sejauh ini dengan mengoleksi sepuluh gol. Bek SFC Bobby Satria harus bermain penuh konsentrasi untuk mematikan pergerakan pemain satu ini.

Baca Juga:  18 Punggawa SFC Segera Berlaga

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menilai SFC berada dalam motivasi yang besar usai menang dari PS TNI 2-1. Ia menginstruksikan anak asuhnya waspada dengan mantan timnya itu. Jangan lihat posisi kedua tim di klasemen, karena itu bukan patokan.

“Jangan melihat klasemen. Di Liga Indonesia, semua tim bisa dikalahkan dan mengalahkan,” katanya.

Oleh sebab itulah, anak asuhnya harus berjuang keras untuk mencuri poin. #zal

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...