Akun Toni Rianda Sebarkan Cara Rakit Bom

32

Palembang, BP

Akun medsos Toni Riana menyebarkan cara merakit bom. Menyebut kepolisian, TNI, dan pejabat pemerintah sebagai musuh yang harus diperangi dan dieksekusi.

Simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan tersangka ujaran kebencian (hate speech) Toni Rianda (24) diketahui memiliki 444 pengikut di akun Facebook miliknya.

Diketahui, Toni memiliki dua akun Facebook berbeda yang dipenuhi sejumlah ujaran kebencian. Akun pertama dengan nama Tony R (ToNy D’Mihawk) dan satu akun lagi dengan nama Tony Rianda dan keduanya memiliki total teman 447 dengan pengikut setiap postingannya 87 orang.

Berdasarkan penelusuran BeritaPagi, beberapa grup Telegram yang diikuti Toni secara vulgar mengatakan bahwa aparat keamanan seperti anggota Polri dan TNI halal dibunuh karena idealisme yang tidak sepaham dengan syariat Islam yang mereka yakini.

Baca Juga:  Waspada ISIS, Galakkan PAM Swakarsa

Dalam grup berinisal ISF yang beranggotakan 179 member tersebut itu juga disebarkan informasi bagaimana cara merakit bom dengan bahan yang bisa dibeli secara bebas. Serta harga bahan yang terjangkau.

Dalam grup yang sama, beberapa kali dibagikan informasi bagaimana melakukan operasi gerilya secara diam-diam, serta cara memantau dan mengintai sasaran dengan teknik militer.

Secara berkala member grup ISF tersebut mengingatkan bahwa aparat kepolisian, TNI, dan pejabat pemerintah merupakan musuh yang harus diperangi dan dieksekusi.

Baca Juga:  Remaja Dibawah Umur Ini Ditangkap Polisi

Dalam grup tersebut pun diposting video yang menunjukkan gerilyawan anak-anak ISIS yang sedang mengeksekusi mereka yang dianggap thogut dengan cara memotong leher menggunakan belati.

Secara berkala beberapa anggota aktif membagikan berita terbaru perlawanan ISIS di Marawi, Filipina dan Mosul, Irak.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengatakan, pihaknya masih memeriksa tersangka Toni secara intensif.

“Tersangka mengakui bahwa dirinya memiliki akun Facebook tersebut dan isinya penuh dengan ujaran-ujaran kebencian kepada perorangan, kelompok dan pemerintah. Salah satunya yang menyebut bahwa polisi itu thogut dan halal dibunuh,” katanya, Selasa (11/7).

Baca Juga:  Istri Ketiga Laporkan Istri Keempat

Prasetijo menuturkan, kebanyakan pengikut di akun Facebook Toni adalah warga Sumsel dan Riau. Pihaknya pun akan mengecek satu per satu akun tersebut, apakah ada juga yang mengatakan ujaran kebencian sama atau ada kaitannya tentang Toni yang menjadi Simpatisan ISIS sejak tiga bulan lalu.

Serta terkait grup media sosial Telegram yang juga diikuti Toni, Polda Sumsel masih akan meneliti lebih dalam mengenai konten dan para anggota lain yang juga melakukan ujaran kebencian. # idz

 

Komentar Anda
Loading...