Soal Teror, Rakyat Jangan Terpancing Berita Simpang Siur

6
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO)

Jakarta, BP

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO)  mengutuk keras aksi teror bom  di Kp Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam  seraya minta aparat keamanan POLRI dan TNI segera bertindak cepat mengusut tuntas pelaku teror sekaligus mengungkap dalang tindakan keji di luar batas kemanusiaan tersebut.
 Oesman Sapta mengimbau  seluruh lapisan masyarakat  bersikap tenang,  tidak terpancing berita  simpang siur dan tetap mempercayakan  kepada  aparat keamanan mengusut tuntas kasus teror agar tidak terulang lagi.
Oesman yakin   Presiden RI Joko Widodo beserta jajarannya bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan tuntas. DPD RI juga  mendukung penuh langkah cepat yang diambil  Presiden. “Seluruh anggota DPD yang sedang menjalankan masa reses di dapil  masing-masing saya serukan  berkoordinasi dengan pemerintah daerah, forkompimda dan masyarakat guna menjaga kamtibmas untuk  menciptakan ketenangan di tengah masyarakat,” ujar Oesman di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/5).
Menurut Oesman, aksi teror  ini bukan hanya  ancaman bagi warga Ibukota, tetapi  ancaman bagi  semua rakyat Indonesia. “Kita tidak bisa menerima alasan apapun di balik perilaku brutal dan keji ini. Siapapun di balik kejadian ini, mereka adalah penebar teror bagi warga serta ingin mengacaukan situasi dan kondisi Indonesia yang aman,tentram dan damai.” Jelas Oesman.
Kejadian ini lanjut Oesman, menunjukan  keberadaan teroris memang  ada dan dapat muncul setiap saat,  sehingga kita perlu mewaspadai berbagai potensi yang mengarah pada hal tersebut. Kita perlu meningkatkan dukungan penuh kepada petugas keamanan untuk bekerja dalam rangka menjaga keamanan dari segala potensi ancaman.
Saya meminta aksi teror seperti ini untuk tidak dikait-kaitkan dengan sentimen keagamaan, karena tidak ada agama apapun di dunia ini yang mengajarkan dan memganjurkan kekerasan, apalagi aksi keji dan biadab seperti kejadian pilu malam tadi. Agama selalu mengajarkan tentang kehidupan yang baik, aman dan damai.
Dalam kesempatan ini, saya menghimbau kepada seluruh Rakyat Indonesia khususnya warga Ibukota untuk tidak panik, jangan takut dan jangan terprovokasi, rapatkan barisan dan bersama-sama menjaga situasi dan kondisi khususnya di ibukota, agar tetap kondusif. Kita percayakan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya, saya yakin mereka mampu mengusut kasus teror ini.
Kepada para pelaku atau kelompok penebar teror yang tidak bertanggung jawab, saya meminta untuk menghentikan seluruh aksi-aksi teror seperti ini. Kembali saya ingatkan dan tegaskan bahwa aksi keji dan biadab seperti ini tidak dibenarkan dan tidak diajarkan oleh agama apapun.
Saya sangat sedih dan ikut merasakan duka, apalagi korban  meninggal  anggota Polri,  prajurit terbaik yang  selalu menjadi garda terdepan menjalankan tugas mulia, menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Semoga para korban mendapatkan tempat layak di sisinya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” katanya.
 
Dia minta aksi teror   tidak dikait-kaitkan dengan sentimen keagamaan, karena tidak ada agama apapun di dunia ini  mengajarkan dan meganjurkan kekerasan. Agama selalu mengajarkan tentang kehidupan yang baik, aman dan damai.
Ketua DPR Setya Novanto menyesalkan tindakan  aksi teror yang mengakibatkan sejumlah aparat kepolisan meninggal dunia. Dia  mengimbau  seluruh rakyat  khususnya warga Ibukota  tidak panik, jangan takut dan jangan terprovokasi, rapatkan barisan dan bersama-sama menjaga situasi dan kondisi di ibukota, agar tetap kondusif. Kita percayakan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan instansi terkait lain, saya yakin mereka mampu mengusut kasus teror ini,” kata Novanto.
Setya Novanto berharap kepada para pelaku atau kelompok penebar teror  menghentikan seluruh aksi-aksi teror. Aksi keji dan biadab seperti ini tidak dibenarkan dan tidak diajarkan  agama apapun. “Saya  mengajak  seluruh rakyat  selalu bekerja sama dengan pihak keamanan jika mengetahui potensi yang bisa menimbulkan keresahan ataupun menggangu keamanan,” tuturnya.
Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, serangan bunuh diri yang mengakibatkan 3 orang anggota Polri meninggal dan 5 warga sipil luka merupakan teror keji yang harus jadi penghimpun energi dan pemupuk semangat setiap elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan nasional dan imunitas generasi bangsa dan virus eekstremisme yang menggunakan cara kekerasan untuk mencapai tujuan.
Dikatakan, meskipun sasaran utama  adalah Polri, aksi teror selalu ditujukan untuk menebarkan ketakutan kepada semua orang. Karena itu seluruh elemen bangsa harus menunjukan bahwa kita tidak takut dengan teror  dan percaya aparat keamanan mampu mengatasi bersama elemen bangsa lain.#duk
Baca Juga:  Ketua MPR Minta PWI Secepatnya Rekonsiliasi Agar Kembali Rukun
Komentar Anda
Loading...