Banser Sudah Terbukti Jaga Keutuhan NKRI

11

Palembang, BP

BP/DUDY OSKANDAR
NGOPI BARENG-Anggota Banser Ngopi bersama Aswari Rivai di halaman Gedung DPRD Sumsel, Rabu (26/4)

Peringatan Harlah Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke 83 di Palembang yang dikemas dalam agenda besar parade dan Apel Akbar 1000 Banser diwarnai kejutan dengan kehadiran Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai, SE. Acara ini mengambil judul Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Ngopi Samo Aswari digelar di halaman Gedung DPRD Sumsel, Rabu (26/4). Sekitar 1.000 orang Banser dengan dengan santai dan serius sambil minum kopi berdialog bersama bakal calon Gubernur Sumsel tersebut.

Menurut Aswari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dikenal militansinya namun selama ini pergerakannya kurang karena kurang dilihat sepertinya Banser tidak berjalan dengan baik.

“Hari ini (kemarin-red) mereka kumpul dengan biaya sendiri dengan militansi sendiri mereka kumpul di Palembang, mereka ingin memperlihatkan kalau Banser itu masih ada dan tetap hidup untuk Nahdlatul Ulama dan umat Islam ,” katanya.

“Dan unik dari pemuda Ansor ini selalu menjaga keutuhan NKRI. Kita banyak ormas Islam yang lain tapi Banser ini khusus kalau Kak Wari lihat, setiap Natal , tahun baru yang duluan mengangkat tangan mengamankan gereja dan sekitarnya justru dari Banser dan ini perlu kita tiru. Mereka tetap komitmen dengan NKRI dan mereka salah satu organisasi menurut Kak Wari yang tidak kaku, mereka militansi terhadap Islam, tapi mereka sangat menghargai keberagaman yang ada di Indonesia ,” katanya.

Baca Juga:  Kabinet Baru Pancarkan Semangat Persatuan

Menurut dia, Indonesia itu beragam dari dulu beragam, perjuangan Indonesia beragam, semua unsur ada di situ, semua agama ada di situ. Makanya ideologi Pancasila dan harga mati NKRI itulah yang terbaik untuk Indonesia.

“Kita saling menghargai, kita menjaga NKRI ini dengan keberagaman yang ada,” katanya.

Kehadiran Banser ini menurutnya tidak hanya hanya sebatas militan di mana mereka bangga sebagai keluarga besar Nahdlatul Ulama. Namun kata dia, ada satu kekurangan yakni setiap organisasi harus ada ekonominya, dan tidak ada organisasi yang berjalan dengan baik tanpa ekonomi.

Baca Juga:  Syaidina Ali Daftar di Tiga Partai

“Dan itu terobosan dan harus dipikirkan oleh ketua, harus dipikirkan oleh petinggi-petinggi Ansor. Bahwa mereka harus ada ekonomi untuk menghidupkan kalau masyarakatnya berekonomi tentu tentu hasilnya lebih besar lagi,” kata Aswari.

Agenda Banser Ngopi Samo Aswari ini juga diwarnai oleh harapan para anggota Banser. Salah seorang anggota banser dari Musirawas berharap Aswari hendaknya juga ikut memikirkan nasib Banser dalam konteks pemberdayaan ekonomi. Sebab, selama ini banser belum memiliki pola pemberdayaan yang dapat berimbas pada peningkatan kesejahteraan anggota.

Sedangkan Ketua SC Apel 1.000 Banser Nurul Mubarok mengatakan acara kali ini konteksnya karena Aswari adalah kader NU yang masih peduli, di mana banyak pejabat NU di Sumsel masih peduli bisa di hitung dengan jari.

Baca Juga:  Kantor Arkeologi Sumsel Pastikan Lokasi  Penemuan Nisan Kuno Layak Dilanjutkan Penelitiannya

“Kepada Pak Aswari saya ucapkan terima kasih mungkin capek datang ke sini biasanya bupati dikawal tapi beliau datang sendiri ke sini. Kami pengurus wilayah mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan moril dan doanya sehingga acara ini bisa terlaksana. Ini momentum yang sangat langka bagi gerakan pemuda Ansor bisa mengumpulkan lebih dari 1.000 dari seluruh kabupaten/kota, kalau tidak ada tangan dingin beliau (Aswari) mungkin acara ini belum mungkin bisa terjadi,” katanya.

Acara diakhiri dengan pemakaian jaket dan topi kepada anggota Banser yang tertua dan dilanjutkan dengan makam bersama yang diikuti Aswari Rivai, Ketua Panitia Akbar Harlah NU Sumsel Hernoe Roesprijadji didampingi Ketua SC Apel 1.000 Banser Nurul Mubarok, Kasat Korwil Banser Sumsel M Erwinsyah, dan Kepala Dinas Sosial Sumsel Belman Karmuda .

#osk

 

 

Komentar Anda
Loading...