Sesjen MPR: Penyelenggara Negara Perlu Pemahaman Ideologi

Jakarta, BP
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono mengatakan, salah satu tugas MPR meneguhkan karakter bangsa melalui pemahaman Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Akan tetapi, bukan berarti pemahaman generasi sekarang kurang, setiap masa terjadi peralihan generasi, sehingga perlu dilakukan pemahaman ideologi negara, konstitusi, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda dan penyelenggara negara.
“Peralihan generasi, mengedukasi Pancasila menjadi penting. Dengan memberi pemahaman itu bisa dihasilkan kepemimpinan berkarakter Indonesia,” ujar Ma’ruf di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4) dalam acara bertajuk Empowering Young Leaders for Better Inovative Idea Through Economic Entrepreneurship.
Menurut Ma’ruf, karakter kepemimpinan yang disinari cahaya Ilahi adalah kepemimpinan yang membawa misi kemanusiaan, mengintegrasikan, mempersatukan, mengimplementasikan demokratisasi, membawa keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
Selain karakter kepemimpinan, lanjut Ma’ruf, ada tuntunan menjalankan kepemimpinan yang kadang dilupakan. Tuntunan itu Ketetapan (Tap) MPR No VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. “Tap ini masih berlaku. Isinya sangat luas. Tap ini memberi tuntunan luar biasa dan pemimpin harus beretika,” tutur Maruf.
Dia menambahkan, Tap ini juga mengatur kepemimpinan harus jujur, amanah, menjadi teladan, memiliki tanggungjawab, mandiri, dan memberi manfaat bagi lembaga yang dipimpin.
Dalam Tap MPR No VI Tahun 2001 lanjut Ma’ruf, etika kehidupan berbangsa dan bernegara meliputi etika sosial budaya, politik dan pemerintahan, hukum, ekonomi dan bisnis, keilmuan dan lingkungan.
“Pimpinan MPR minta agar etika ini membekali pemimpin. Ini adalah instrumen yang diciptakan negara untuk dijalankan siapa pun. Dengan demikian kita mampu menghadapi kondisi krisis multidimensi, menghadapi lingkungan strategik yang bisa meruntuhkan karakter bangsa. Etika ini menjadi landasan membangun kepemimpinan nasional,” katanya.
Ma’ruf berharap pemahaman ideologi negara dan etika tidak berhenti dalam aspek kognitif dan afektif tapi berlanjut ke aspek pelaksanaan. “Kalau dijalankan dengan benar maka NKRI akan tetap lestari. Di sinilah tanggung jawab generasi muda,” papar Ma’ruf. #duk