Paripurna DPD RI Kembali Ricuh, Pimpinan Dituding Ilegal

24
Jakarta, BP
Sidang Paripurna DPD RI yang dipimpin Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) dan  Wakil Ketua Nono Sampono,  Darmayanti Lubis  diwarnai kericuhan saat pembukaan agenda masa sidang di gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,  Selasa (11/4). 
Agenda sidang paripurna mengagendakan pemberhentian Irman Gusman selaku senator asal Sumatera Barat, penyampaian Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK RI serta laporan kegiatan anggota DPD RI di daerah pemilihan selama masa reses.
 Kericuhan diawali  penolakan dari senator pendukung kubu GKR Hemas dan Farouk Muhamad  yang menolak persidangan dan hujan interupsi. Mereka beralasan rapat  tidak memenuhi kuorum di ruang rapat paripurna. Bahkan senator  Juniwati dan Nurmawati maju ke hadapan Oesman Sapta dan memprotes keabsahan  sidang.
 “Kita taat hukum, kami memilih jalan yang benar. Jumlah yang datang di paripurna ini tidak kuorum sehingga tidak bisa dilaksanakan. Ini politik barbar, pimpinan ilegal,” ujar anggota DPD dari Batam, Djaserman Purba.
Suasana rapat semakin gaduh karena enam senator,   Juniwati T Masjchun (Jambi), Nurmawati Bantilan (Sulteng), Djaserman Purba (Kepri), Denty Eka Widi Pratiwi, Anna Latuconsina (Maluku) dan Hafidh Asrom (DIY)   membentangkan poster bertuliskan,  “Tolak Pimpinan Ilegal”, “DPD RI Wajib Taat Hukum”, “Tolak Premanisme di DPD”, “Tegakkan Marwah DPD RI”,     “DPD RI Lembaga Negara Bukan HKTI atau Kadin”. 
Usai membentangkan poster di dalam ruang rapat, selanjutnya mereka ke luar ruangan menuju ruang tunggu MPR sambil   berteriak menolak sidang.   
 Farouk Muhammad dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas (GKR) Hemas yang tiba di Gedung Nusantara V disambut anggota DPD yang tidak mengakui kepemimpinan OSO. Mereka kemudian memasuki ruang tunggu Pimpinan MPR untuk menjelaskan posisi OSO kepada wartawan.
Bahkan   senator   Juniwati T Masjchun (Jambi), Nurmawati Bantilan (Sulteng), Djaserman Purba (Kepri), Denty Eka Widi Pratiwi, Anna Latuconsina (Maluku) dan Hafidh Asrom (DIY) secara simbolis menyerahkan laporan hasil kunker kepada pimpinan Farouk Muhammad dan GKR Hemas. “Kami menganggap GKR Hemas dan Farouk Muhamad masih wakil ketua DPD yang sah,” jelas Juniwati. #duk
Baca Juga:  Anis Matta Luncurkan Aplikasi Pendaftaran Partai Secara Digital
Komentar Anda
Loading...