Industri Perbankan Rem Ekspansi

21
Diseminasi Kajian Ekonomi Regional di Novotel, Kamis (6/4)

Palembang, BP

Kondisi perekonomian yang dinilai belum terlalu berpihak terhadap dunia usaha membuat industri perbankan cenderung mengerem untuk melakukan ekspansi khususnya menambah jumlah kantor cabang.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbagsel, Panca Hadi Suryatno mengatakan, secara global di tahun 2017 ini kondisi perekonomian belum terlalu pulih. Hal tersebut tentunya menjadi pertimbangan industri perbankan untuk berekspansi.

“Industri perbankan tengah melihat potensi pasar yang ada di Sumsel saat ini. Artinya cenderung menahan dan menghitung kembali strategi bisnisnya kalau memang dinilai memungkinkan tentunya akan melakukan pergerakan ke sana (membuka cabang baru, red),” katanya, saat acara ‘Diseminasi Kajian Ekonomi Regional’, Kamis (6/4).

Baca Juga:  UKM Dapatkan Dana KUR Lebih Mudah

Namun, jika dirasa tidak memungkinkan maka perbankan akan melakukan konsolidasi. Bahkan ada beberapa bank yang akhirnya harus merelokasi aset-aset mereka. “Salah satunya yang dilakukan oleh bank DKI cabang Palembang yang telah memutuskan untuk menarik diri,” katanya.

Ditambahkannya, Bank DKI sendiri masuk ke Sumsel belum lama sekitar 3-4 tahun lalu, mungkin pada saat itu kondisi pasar masih memungkinkan. Tapi ‘kan di Sumsel kuat di sektor komoditinya sehingga ketika terjadi penurunan maka perusahaan memandang kondisi saat ini kurang menguntungkan bagi perusahaan. “Seharusnya bank juga harus memperhitungkan hal itu, pada saat pengembangan kantor cabang bank juga harus mengembangkan bisnisnya juga,” katanya.

Baca Juga:  Hadirkan Buah Tangan Zaskia Sungkar

Artinya, dihitung secara bisnis apakah dengan pengembangan kantor cabang akan menguntungkan. “Jangan hanya memiliki kantor cabang tapi memang harus memiliki potensi,” katanya.

Dia menjelaskan, pada saat akan membuka kantor cabang di suatu daerah, bank tentunya sudah melakukan studi kelayakan. Pada saat itu sudah diperhitungkan pasarnya berada dimana, ataukan perhimpunan dana maupun penyaluran kredit. “Itu harus memang benar-benar diperhitungkan, sehingga operasionalnya bisa dicover dari keuntungan tersebut. Namun, kemudian jika tidak bisa dicover maka justru akan merugi secara konsolidasi, dan tidak bagus untuk bisnis,” katanya.

Baca Juga:  Pusri Gelar Do'a Bersama 1.500 Anak Yatim

Meski demikian, ada juga perbankan yang telah menyatakan diri untuk membuka unitnya di Sumsel. ‘Ada Bank Mestika dari Medan. Saat ini masih dalam tahap proses,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bank Indionesia Kantor Perwakilan Sumsel Rudi Khairudin mengatakan, pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama ini diprediksi cukup baik di rentan 5 – 5,2 persen. “Hal tersebut lebih dikarenakan terbantu oleh perbaikan harga komoditi unggulan, dan pengerjaan proyek-proyek infrastruktur,” katanya.#ren

Komentar Anda
Loading...