MPR Usulkan Sosialiasi 4 Pilar Masuk Kurikulum Pendidikan
Jakarta, BPAnggota DPR Abdul Kadir Karding mengusulkan agar Sosialiasi 4 Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) masuk kurikulum pendidikan di SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Hanya melalui kurikum sekolah sosialiasi berjalan efektif dan dilaksanakan di tengah masyarakat.
“Memahami nilai-nilai Pancasila, Keindonesiaan, keragaman, kebhinekaan, kearifan lokal hanya melalui kurikulum pendidikan yang efektif,” ujar Abdul Kadir Karding di ruangan wartawan DPR RI Jakarta, Senin (13/3).
Menurut Karding, memaksimalkan instrumen media sosial (Medsos) yang dikelola secara sistematis dan massif juga cukup efektif menarik perhatian masyarakat. Misalkan saja dengan membuat hastag seperti Ahokers, penggemar cagub paslon Pilkada DKI Jakarta.
Karding berharap tokoh masyarakat dan politisi menjadi contoh, teladan dan panutan di msyarakat, misalkan gaya hidup sederhana, jujur, taat aturan, saling menghormati. Jangan ada lagi tokoh masyarakat yang justru memanasi situasi.
Ketua Fraksi PKS di MPR Tifatul Sembiring mengatakan, pemerintah lebih efektif mensosialisasikan 4 Pilar kareana memiliki otoritas dari pusat hingga kelurahan. Seperti dilakukan di era pemerintahan Soeharto yang mewajibkan pembekalan Penataran P4 bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tifatul menambahkan, usulan 4 Pilar masuk dalam kurikulum pendidikan sangat penting, namun harus dikemas dengan cara yang menarik pelajar agar tidak membosankan. “Sebelum dijadikan kurikulum, perlu evaluasi dari sejumlah pakar tata Negara dan penatar 4 pilar,” jelasnya.
Pakar Komunikasi Effendi Gazali menjelaskan, dibutuhkan strategi budaya melalui revolusi mental. Kalau itu berjalan, masyarakat akan mendapat cahaya dan disitulah indahnya kebersamaan. “Budaya gotong royong dan kerjasama sudah luntur di telan zaman, nah sekarang kita kembalikan budaya keindonesiaan di bawah NKRI,” kata Efendy.#duk