Sriwijaya FC Rusak Rekor Kandang MU

10

isc-a-madura-united-sriwijaya-6Palembang, BP

Sriwijaya FC menjungkalkan Madura United (MU) dengan skor 5-2 di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (14/9) sore. Airlangga Sucipto menjadi bintang kemenangan tim tamu setelah mencetak hat-trick.

Dengan demikian, hasil laga pembuka pekan ke-20 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini menjadi kekalahan perdana Laskar Sape Kerrab, julukan MU, di kandangnya pada musim ini.

Gol SFC dicetak Airlangga Sucipto menit ke-26, 48 dan 57. Masing-masing satu gol dicetak Alberto Goncalves menit ke-72 dan Yohanis Nabar menit ke-90. Sementara gol tim tuan rumah dicetak Elthon Maran menit ke-63 dan Dane Milovanovic menit ke-90.

Atas hasil ini, SFC sukses menyodok ke posisi kedua klasemen sementara TSC dengan 37 poin, menggusur Arema Cronus yang mengemas 36 poin. Sedangkan MU masih kokoh di urutan teratas dengan 40 poin.

 

 

Striker SFC Airlangga Sucipto usai pertandingan mengatakan, kemenangan yang diraih dia bersama rekan-rekannya ini dipersembahkan buat seluruh suporter dan masyarakat Sumsel.

Berkat dukungan pecinta Laskar Wong Kito, pemain tampil semangat di dalam lapangan hijau dan bisa meraih hasil sempurna dengan menekuk Madura United 5-2.

“Kunci kami bisa menang di laga ini adalah kekompakan, baik saat bertanding maupun di luar lapangan, dan dukungan masyarakat Sumsel,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai hattrick yang dilakukan Airlangga, dia mengatakan bila sebelum bertanding memang sudah punya tekad yang kuat untuk membayar kepercayaan Pelatih Kepala SFC Widodo Cahyono Putro yang memberikan kepercayaan padanya untuk turun sebagai starting eleven.

Dia bertekad memberikan kontribusi untuk mencetak gol, memberikan assist atau sekadar bermain maksimal dengan menjalankan instruksi pelatih.

Baca Juga:  Legowo Terima Keputusan SFC

Tapi ternyata kerja keras dan tekad yang kuat yang ditanamkan sebelum pertandingan itu berbuah manis, bukan assist atau pun satu gol yang dicetaknya, tapi Airlangga malah berhasil melakukan hattrick.

“Awalnya saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan oleh pelatih dan hasilnya sore ini (Rabu sore-red) bisa cetak tiga gol,” ujarnya.

Tentu tiga gol ini juga punya arti sendiri bagi dirinya. Tiga gol yang disarangkannya ke gawang pemuncak klasemen seakan membuktikan kemampuannya.

“Saya berharap kedepan bisa lebih baik lagi dan terus mendapatkan kesempatan turun,” ucapnya.

Di tempat yang sama Pelatih Kepala SFC Widodo Cahyono Putro mengatakan, kemenangan besar dari sang pemuncak klasemen sementara TSC Madura United ini berkat kerja keras pemain dan motivasi Supardi dan kawan-kawan di lapangan hijau yang sangat tinggi.

“Apalagi banyak pihak yg menyangsikan SFC dapat mampu mencuri poin di Madura,” ucapnya.

Keraguan itu malah membakar semangat anak asuhnya, sehingga punggawa Laskar Wong Kito tampil menggila di laga ini. Meski tampil di depan ribuan pendukung MU, SFC bisa menang besar 5-2.

Meski tak diperkuat jenderal lapangan tengah Firman Utina, tim besutannya tampil sangat baik. Kehilangan satu pilar di lini tengah tak membuat permainan menjadi pincang.

Sama halnya dengan SFC yang kehilangan Firman, Madura United juga kehilangan Engelberd Sani yang juga terkena akumulasi kartu. Bisa dikatakan, baik SFC ataupun Madura United berada dalam kondisi yang sama. Tak ada yang diuntungkan, karena memang kedua tim sama-sama kehilangan satu pemain andalannya.

Baca Juga:  Hadapi PSM, SFC Boyong 20 Pemain

“Tapi pemain kita bermain disiplin, Pablo bisa dihentikan, kedua sayap Madura United juga berhasil dimatikan,” jelasnya.

Widodo tahu betul bila salah satu keunggulan tim berjuluk Sapeh Kerap ini yakni kedua pemain winger yang sangat cepat. Instruksi khusus diberikan pada Supardi dan Wildansyah untuk dapat menghentikan kedua sayap MU ini.

“Mereka menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga lini depan Madura United bisa dihentikan,” katanya.

Sementara itu di kubu lawan, Pelatih Kepala Madura United Gomes de Olivera mengatakan, di babak pertama anak asuhnya bermain sangat baik.

Memasuki menit ke-26, tim tamu melakukan serangan percobaan, tapi sayangnya pemain bertahan tak siap menerima hal itu. Serangan yang menurun Gomes hanya coba-coba itu malah berbuah gol.

“Di babak kedua, gol kedua lahir dari kesalahan kiper dan bek kami,” ucapnya.

Tertinggal dua angka, tim tamu kembali mencetak gol ketiga, disaat jajaran pelatih MU mulai bereaksi atas serangan Laskar Wong Kito.

“Padahal kita sedang siapkan pergantian, tapi SFC kembali cetak gol lagi. Saya sebenarnya sudah mengingatkan pemain saya bahwa SFC adalah tim yang sangat berbahaya dan punya sederet pemain yang berkualitas tapi memang kita masih kecolongan, kita akan segera berbenah,” jelasnya.

 

#Saling Serang

SFC dan Madura United saling jual beli serangan sepanjang pertandingan. Meski bermain di kandang lawan, Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro tetap menurunkan formasi menyerang.

Baca Juga:  Lawan Persija, Sriwijaya FC Menghindari Zona Merah

Terbukti, empat pemain menyerang seperti Hilton Moreira, TA Musafri, Airlangga Sucipto, dan Beto Goncalves diturunkan sejak menit awal.

Sebenarnya, Madura United menekan sejak menit pertama. Beberapa peluang berhasil diciptakan. Namun, justru tim tamu yang berhasil memimpin lebih dulu lewat gol yang dicetak Airlangga pada menit 25, skor 1-0 untuk SFC.

Madura United berusaha untuk menyamakan kedudukan. Namun, peluang yang tercipta melalui Dane Milovanovic masih melambung dari gawang SFC. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan babak pertama berakir.

Gol itu semakin menambah semangat pemain tim tamu. Hasilnya, SFC kembali berhasil menambah keunggulan. Gol kembali dicetak oleh Airlangga di menit 48, skor 2-0 untuk SFC.

Bukannya memperkecil ketinggalan, gawang Prasetyo untuk ketiga kalinya kembali dibobol oleh pemain yang akrab disapa Ronggo tersebut.

MU melakukan pergantian untuk mengejar ketinggalan. Akhirnya, tim besutan Gomes de Olivera berhasil memperkecil ketinggalan melalui pemain pengganti, Elthon Maran. Skor 1-3 MU masih tertinggal.

Usaha tim berjuluk Laskar Sapeh Kerab tersebut untuk memperkecil ketinggalan sirna, setelah SFC memperbesar keunggulan melalui tendangan penalti yang dihasilkan oleh Beto Goncalves.

Sebenarnya, Laskar Sapeh Kerap sempat memperkecil ketinggalan menjadi 2-4 melalui Milovanovic. Namun, pemain mengganti Anis Nabar memastikan kemenangan timnya menjadi 5-2 di masa injury time. Skor 5-2 bertahan hingga laga usai. #zal

Komentar Anda
Loading...