Progres LRT Capai 10 Persen

50

Progres-tiang-LRT-di-jl-Kolenel-Burlian-alhadi-farid-2-okPalembang, BP
Progres pengerjaan fisik kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT) yang membelah Kota Palembang secara keseluruhan mencapai 10 persen hingga sebelum Hari Raya Idul Fitri 1437 H lalu. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menarget progres pengerjaan fisik bisa mencapai 30 persen hingga akhir tahun ini.

Sekretaris Project Manager Unit LRT Ahmad Wahidin mengatakan, dari 1-30 persen merupakan pengerjaan yang kritis dan paling rumit untuk mengerjakan pondasi bawah, dibandingkan pengerjaan yang lainnya. Untuk pengerjaan tiang pondasinya sendiri telah mencapai 68 persen.

“Selama lebaran, pengerjaan LRT dihentikan sementara. Namun besok (hari ini-red) akan dimulai kembali dengan pengerjaan pier. Sementara di zona I dan V pengerjaan girder tumpuan balok penghubung antartiang,” ujarnya, Selasa (12/7).

Baca Juga:  Begal Modus Tawuran, Enam Pemuda Ditangkap Polda Sumsel

Pengerjaan yang juga rumit lainnya adalah pengerjaan jalur LRT di tikungan yang membutuhkan perencanaan yang matang. Ada tujuh  tikungan yakni Simpang Bandara, Simpang Kol. H. Barlian, Simpang Polda, Simpang Angkatan 45, Simpang  Kapten A. Rivai dan Simpang Charitas serta Bundaran di Jakabaring.

“Untuk tikungan di Simpang Charitas pondasinya tidak bisa single, tapi perlu dipasang portal. Selain pondasi di median jalan, juga pasang di depan kantor KPPN dan RS Charitas,” ujarnya.

Pada Agustus mendatang, Wahidin berujar, persiapan pengerjaan konstruksi di Sungai Musi akan dimulai dengan mobilisasi alat. Sementara pengerjaan dilakukan mulai September.

Baca Juga:  PBB Dukung Ilyas Panji-Endang PU

Dirinya mengakui konstruksi jembatan LRT di Sungai Musi cukup sulit dan butuh perhatian khusus. Ramainya arus lalu lintas di Sungai Musi tidak bisa dihentikan begitu saja saat pembangunan. Pengerjaan dan arus lalu lintas tidak boleh saling mengganggu satu sama lain.

“Salah satu yang rumit yakni metode pengeboran di sungainya. Butuh metode khusus karena arus Sungai Musi sangat deras. Secara teknis, kapal tersebut akan diikat di empat sisi guna mempertahankan kestabilan saat pengeboran,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Proyek LRT Zona IV Asmo Budi menambahkan, saat ini pengerjaan di zonanya, baik seberang ilir maupun ulu dipercepat. Jika konstruksi tiang pondasi sudah selesai, maka proyek pengerjaan masuk bagian sungai.

Baca Juga:  Jangan Ada Upaya Sabotase LRT di Palembang

Pihaknya sudah melakukan clearing lokasi dan alat berat pun sudah disiapkan di belakang ruko Pasar 10 Ulu. Setelah persiapan matang, pengerjaan dilakukan mulai di sisi dekat Pasar 16 Ilir.

Nantinya dua pondasi di letakan masing-masing di ilir dan dan ulu ditambah empat pondasi di tengah sungai dengan kedalaman tiang hingga ke dasar laut 40 meter, semetara total tinggi pondasi  61 meter dengan panjang bentang jembatannya 350 meter. #idz

Komentar Anda
Loading...