Pulau di Sumsel Terancam Tenggelam

14

Jika Temperatur Dunia Naik 2 Derajat

karhutla2Palembang, BP 

Climate change kini menjadi perhatian dunia. Bangsa di dunia sepakat untuk menjaga temperatur  bumi tidak naik dua derajat. Kalau sampai naik, bencana akan terjadi di mana-mana, termasuk di Indonesia, terutama Provinsi Sumatera Selatan.

                     Provinsi Sumsel memiliki beberapa pulau yang terancam tenggelam jika temperatur dunia naik dua derajat. Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman mengatakan, pulau-pulau itu adalah pulau kecil yang penghuninya merupakan petani.

Perubahan iklim, yang ditandai naiknya permukaan laut dan perubahan temperatur dari panas ke hujan, akan menjadi kacau. Saat ini ada istilah kemarau basah, termasuk ada pergeseran musim tanam, terpenting jika lingkungan rusak berdampak kesehatan manusia.

“Tapi tidak seperti di Belitung. Di Belitung itu pulau-pulau terluar yang dihuni  ada kecamatan,” kata Sekda usai acara Sosialisasi Perubahan Iklim dan Tindaklanjut Pasca COP21 di Hotel Aston Palembang, Jumat (24/6).

Baca Juga:  Kapolrestabes Palembang Diganti

Belum lagi permukaan bumi seperti di Jakarta turun sekian milimeter setahun dan ini harus dijaga untuk keselamatan umat manusia. Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ir Tahrir  Fatoni, Msi mengatakan, kegiatan ini merupakan sosialisasi dari Paris Agreement yang terkait dengan bagaimana penanganan climate change, perubahan jangka panjang yang signifikan pada iklim rata-rata sebuah wilayah ataupun bumi secara keseluruhan, karena ini menjadi perhatian dunia.

Bangsa di dunia sepakat untuk menjaga temperatur  bumi tidak naik dua derajat, karena kalau sampai temperatur dunia naik dua derajat, bencana akan terjadi di mana-mana.

“Bahkan banyak pulau yang akan hilang karena muka air laut akan naik di atas satu meter mungkin Jakarta wilayahnya sebagian besar akan tenggelam dan juga beberapa negara, terutama di pulau-pulau kecil. Saya dengar negara-negara di Kepulauan Fiji sudah membeli lahan di India, kalau terjadi kenaikan muka air laut, ada di antaranya pulau-pulau itu 1,5 meter atau kurang 1,5 meter dari muka air laut maka akan musnah mereka,”  katanya.

Baca Juga:  Beberapa Lembaga Ambil Formulir Pemantau di KPU Sumsel

Karena itu melalui Paris Agreement untuk bersama-sama berusaha menyelamatkan bumi ini agar suhu udara tidak naik dua derajat celcius. “Karena adanya pencemaran yang memblok atmosfir bumi kemudian sinar matahari tidak bisa keluar dari permukaan bumi ke angkasa, pantulannya tertahan ke bumi, polusi udara yang memblok atmosfir sehingga sinar matahari ke bumi tertutup oleh atmosfir kembali ke bumi sehingga memanaskan temperatur bumi,” katanya.

Pemerintah Indonesia komitmen mengurangi emisi sampai 29 persen sampai tahun 2030 atau 41 persen kalau dibantu sumbangan dan kontribusi masyarakat internasional.

Baca Juga:  Kemarau Kekeringan, Pertanian Sumsel Harus Bangun Banyak Waduk

“Komitmen  bangsa Indonesia tidak mungkin tidak didukung pemerintah daerah karena nyatanya di lapangan, yang melaksanakan adalah pemerintah daerah,” katanya.

Karena itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai vocal point dalam hal ini mengirimkan tim bergerak ke seluruh Indonesia untuk sama-sama menyampaikan perkembangan sosialisasi  dengan tim berbeda-beda yang terdiri dari Eselon 1, penasihat senior menteri, para direktur untuk bisa sharing yang hadir dalam acara ini.

Sosialisasi itu sendiri diikuti oleh perwakilan dari Korem Garuda Dempo, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sumsel, perwakilan dari Kepolisian Daerah Sumsel, Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Bupati Ogan Komering Ilir, Bupati Banyuasin, Bupati Musi Banyuasin, Kepala Dinas dan SKPD, Akademisi, Tokoh Masyarakat. #osk

 

 

Komentar Anda
Loading...