Sedikitnya 4 Parpol Dukung Langkah Harno
Palembang, BP
Separuh lebih partai politik yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang menyatakan dukungannya kepada keputusan Walikota Harnojoyo mengajukan dua nama calon wakil walikota, yakni Fitrianti Agustinda atau Finda dari kader PDI Perjuangan dan Suhaili Ibrahim dari Partai Keadilan Sejahtera.
Sebelumnya keputusan itu sempat membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Amanat Nasional kecewa dan marah. PDIP menyatakan ‘talak tiga’ untuk menegaskan tidak ada lagi perkawinan politik dengan Harnojoyo. Bahkan tak hanya pisah, PDIP mengancam bakal menjadi oposan.
Setidaknya sudah empat partai yang terang-terangan mendukung keputusan politik Harnjoyo, yakni Partai Demokrat (PD), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara Partai Golkar memberikan kebebasan kepada kadernya di parlemen untuk mengambil sikap politik.
“Pilihan pada Pilwawako Palembang sesuai dengan istruksi partai. Jadi calon yang kami pilih itu sesuai perintah partai,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Palembang Syahril Eddy, Jumat (27/5).
Ketua Fraksi PKB DPRD Palembang Endar Himawan memastikan pihaknya tidak sepakat dengan keinginan sebagian anggota dewan tersebut. Mereka lebih memilih netral alias masuk poros tengah. “Anggota Fraksi PKB masuk poros tengah. Kami tidak ingin membuat polemik berlarut dengan menjadi oposisi,” katanya.
Menurut Endar, sebagai pemilik hak suara pada Pilwawako, Fraksi PKB akan memilih salah satu calon yang telah diajukan Walikota Palembang Harnojoyo kepada DPRD.
Sedangkan Partai Demokrat Palembang menegaskan, Walikota Palembang memiliki hak prerogatif untuk mengajukan dua nama calon wawako untuk kemudian dipilih parlemen.
“Pilihan Fraksi Demokrat itu jelas, satu suara bulat tujuh. Artinya tujuh anggota fraksi Demokrat hanya memiliki satu pilihan dengan mengikuti kebijakan Walikota (Harnojoyo),” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Palembang Anton Nurdin.
Meluncurnya pilihan Fraksi Demokrat dengan mulus bukan tanpa dasar. Orang nomor satu di kota Palembang itu merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Palembang. Karena itu, jelas Anton, sudah sepantasnya kader Demokrat yang ada di legislatif mendukung penuh semua kebijakan eksekutif.
Demikian juga dari PKS, mereka cukup senang dengan keputusan Harnojoyo yang memilih kader mereka sebagai calon wakil walikota, pendamping Harnojoyo.
Dukungan yang sama diberikan Partai Golkar. Hanya saja Golkar tidak memberikan secara tegas ke mana suara mereka akan diberikan. Apakah Finda atau Suhaili.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Palembang Adiansyah memberi penjelasan diplomatis, pihaknya akan menentukan pilihan berdasarkan suara rakyat. Siapa yang dianggap pantas dan layak, itulah yang akan dipilih Fraksi Golkar.
“Untuk menentukan pilihan kami tidak ada instruksi partai. Kami memilih berdasarkan suara rakyat. Siapa yang layak, pantas. dan dapat bersinergi dengan Walikota (Harnojoyo) maka itu yang akan kami pilih,” katanya.
Di DPRD Palembang sendiri, Partai Golkar memiliki enam suara atau ketiga terbanyak setelah Demokrat (tujuh suara) dan PDIP (sembilan suara).
Bila kelima partai ini solid mendukung, setidaknya Harnojoyo sudah mengantungi 22 suara pasti, yakni dari PPP (dua suara), Demokrat (tujuh), PKB (lima), dan Partai Golkar (enam suara). #osk