1 Kilogram Shabu Gagal Beredar di Palembang

17
1805.01.narkoba 1 kg.ris
MH, tersangka kurir shabu beserta barang bukti saat dihadirkan pada rilis di Mapolresta Palembang, Selasa (17/5) malam.

Palembang, BP

Sebanyak satu kilogram shabu senilai Rp1 miliar gagal beredar di Kota Palembang yang dibawa seorang kurir berinisial MH (24).

Barang haram yang dimasukkan dalam dua paket besar tersebut berhasil diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang di depan Hotel Anugerah, di Jalan Sudirman, Kecamatan IT I Palembang, Kamis (12/5) lalu.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria Dwianto saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolresta Palembang, Selasa (17/5) malam, mengatakan, penangkapan kurir shabu tersebut berawal dari informasi masyarakat jika tersangka membawa bungkusan berisi shabu.

Baca Juga:  Aliran Sungai Hitam Ditimbun Pengembang, Komisi III DPRD Palembang Protes

Berdasarkan pengakuan tersangka MH, sambung Tommy, shabu tersebut akan diserahkan kepada DD (DPO) dan rencananya bakal diedarkan di wilayah Kota Palembang. Namun asal serbuk setan tersebut belum terungkap.

“Ini masih didalami dan akan di-back-up Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel untuk mengungkap bandarnya. Menurut pengakuan tersangka MH, dia baru pertama kali membawa shabu,” ujarnya.

Baca Juga:  Mendadak Personil Humas dan Satker Bid TIk Polda Sumsel Ditest Urine

Tersangka MH bakal dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Irawan David Syah menjelaskan, maraknya peredaran narkoba di Sumsel karena daerah ini termasuk wilayah perbatasan.

Bahkan jalur masuk ke wilayah Sumsel dinilai cukup banyak baik melalui darat, laut serta udara. Selain itu, Sumsel juga langsung berbatasan dengan Provinsi Jambi, Bengkulu dan Lampung.

Baca Juga:  Pengedar 1 Kg Sabu Dibekuk Saat Transaksi

“Semua harus bersinergi memberantas narkoba. Kita sedikit sulit menangkap bandar-bandar karena dalam peredaran narkoba ini menerapkan pola sel terputus dan berantai. Untuk kemungkinan bandar narkoba di dalam penjara, masih ada kemungkinan,” tutup dia. # rio

 

Komentar Anda
Loading...