85 Santri Ikuti Lomba Kitab Kuning

14
LOMBA-Pembukaan Lomba Musabaqah Kitab Kuning di Ponpes Aulia Cendikia, Talang Jambe, Palembang, Kamis, (7/4).
LOMBA-Pembukaan Lomba Musabaqah Kitab Kuning di Ponpes Aulia Cendikia, Talang Jambe, Palembang, Kamis, (7/4).

Palembang, BP

Musabaqoh Kitab Kuning tingkat nasional, babak penyisihan tingkat Provinsi Sumatera Selatan digelar di Pondok Pesantren Aulia Cendikia, Talang Jambe, Palembang, Kamis (7/4).

Acara dihadiri Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas, Ketua DPW PKB Sumsel Drs H Ramlan Holdan, Ketua PW NU Sumsel KH M Mudaris, Pimpinan Ponpes Aulia Cendikia KH Hendra Zainuddin, anggota DPD RU Hendri Zainuddin.

Sebanyak 85 orang santri putera dan puteri dari 35 Pondok Pesantren di Sumatera Selatan unjuk kebolehan dalam membaca Kitab Kuning di Ponpes Aulia Cendikia, Talang Jambe, Palembang, Kamis, (7/4).Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan mengatakan perlombaan dalam rangka melestarikan tradisi Pesantren oleh Partai Kebangkitan Bangsa.

“Ini adalah bentuk penghargaan terhadap khazanah keilmuan pesantren,” ujar Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, usai pembukaan. Menurut Holdan, Kitab Kuning ini mengambil rujukan dari Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali sehingga dianggap paling cocok diterapkan di Indonesia. “Kitab Kuning ini masing sangat relevan dan penting untuk dilestarikan, karena menyangkut Tasawuf, ahlak, dan moral,” katanya.

Baca Juga:  DPW PPP Sumsel Gelar Kurban Idul Adha Untuk  Warga Sekitar

Ramlan menerangkan, bagi peserta yang lolos, akan mengikuti babak final di Graha Gus Dur Sekretariat DPP PKB pada 12-13 April. Mereka akan bertanding berjumlah 124 orang santri putera dan puteri yang berasal dari pemenang tahap penyisihan.

“Bagi yang lolos, akomodasi, konsumsi, dan transportasi peserta pulang pergi ke Jakarta-Palembang,” ujarnya.

Dari Sumsel sendiri, lanjutnya, akan menyeleksi tiga santri putera dan tiga santri puteri. Jika lolos, peserta akan mendapatkan total hadiah Rp200 juta serta tiket umrah dan ziarah ke makam Imam Ghazali serta bantuan biaya pendidikan.

“Kategori penilaian meliputi qiraah, fahmul lafdziyah, qaidah nahwu-sharaf, dan penguasan materi. “Dewan juri terdiri dari majelis yang dipimpin oleh KH Rosidin Hasan, ketua NU Kota Palembang, dan beberapa kiai dari Ponpes di Sumsel,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Optimis, Desember 60 Ruas Jalan di Palembang Selesai Diperbaiki

Pimpinan Ponpes Aulia Cendikia KH Hendra Zainuddin mengucapkan terima kasih karena ponpesnya menjadi tuan rumah acara tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat digelar di Ponpes Aulia Cendikia.

Rois Syuriah NU Sumsel KH Mudaris SM dalam sambutannya mengapresiasi lomba baca Kitab Kuning sebagai langkah menjaga tradisi pesantren yang baik ini. “PKB yang tidak lain adalah anak kandung NU menyelenggarakan hal serupa maka kami turut bangga dan akan mendukung kegiatan ini,” kata Mudaris.

Ia menegaskan, sangat tepat PKB melaksanakan kegiatan Qiroatul Kitab. Lantaran, kekayaan keilmuan di lingkungan pesantren itu, identik dengan NU dan NU pula yang melahirkan PKB jadi sudah sangat tepat PKB menginisiasi kegiatan lomba membaca Kitab Kuning.

Baca Juga:  PKB Tidak Mau Ada Transaksi Uang

“PKB adalah anak kandung NU, dengan agenda lomba Kitab Kuning ini PKB membuktikan kalau PKB adalah anak yang berbakti bagi orangtuanya. Ke depan NU dan PKB harus tetap bergandengan untuk mengawal kepentingan negara dan agama,” katanya.

Panitia Musabaqoh Kitab Kuning Sumsel H Juarsah, SH mengatakan kegiatan ini dimulai dengan pembukaan pendaftaran 17 Maret-3 April 2016. “Untuk ponpes yang mendaftar 35 Ponpes di Sumsel dan mengirim sebanyak 48 orang santri dan 37 santriwati berjumlah 85 orang,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan DPW PKB Sumsel lewat organisasi sayap partai Garda Bangsa dan Garda Santri, didukung PW NU Sumsel dan PP NU se-Sumsel dan Ponpes seluruh Sumsel.#osk

Komentar Anda
Loading...