Jembatan Ampera Tertabrak Tongkang

17

BBPJN III Lapor Polisi

hqdefaultPalembang, BP
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (III) Sumbagsel melaporkan pemilik kapal tongkang yang menabrak Jembatan Ampera, Kamis (24/3) lalu ke Satuan Kepolisian Perairan (Sat Polair) Resort Kota Palembang.

Pihak BBPJN III berharap polisi dapat menemukan pemilik enam tongkang yang mengangkut tangki semen curah tersebut agar dapat bertanggung jawab terhadap kerusakan yang terjadi di salah satu pilar jembatan yang diresmikan oleh Presiden Pertama RI Ir Soekarno tersebut.

Kepala BBPJN III Ir Thomas Setiabudi Aden menuturkan, pihaknya melaporkan kejadian tersebut melalui PPK P2JN BBPJN III Azwar Edie bin Zulkarnain pada Jumat (25/3), sehari setelah kejadian. Laporan tersebut telah diterima kepolisian dalam nomor laporan LP/02-B/III/2016/Sat Polair. Setelah melapor, pihaknya menerima surat tanda penerimaan laporan bernomor STPL:01/III/2016/Sat Polair.

Baca Juga:  Pajero Tabrak Satu Mobil dan Dua Pengendara Sepeda Motor

“Kami tidak mau memperbaiki Jembatan Ampera yang rusak akibat ditabrak oleh kapal menggunakan anggaran Negara. Kalau ada kerusakan, pemilik kapal harus ganti,” tegasnya, Kamis (31/3).

Pihaknya pun tengah memanggil tenaga ahli dari Pusat Pnelitian dan Pengembangan Balai Besar Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dari Bandung untuk mengecek seberapa parah kerusakan yang diderita Jembatan Ampera akibat benturan dengan kapal tongkang tersebut.

Apabila benturan tersebut mempengaruhi umur jembatan, pihaknya akan menuntut ganti kepada pemilik kapal. “Kami belum tahu siapa pemilik kapalnya, biar polisi yang menanganinya. Beberapa hari ke depan, para ahli tersebut akan tiba di Palembang untuk mengecek Jembatan Ampera tersebut,” tambahya.

Pasca kejadian tertabrak pun, pihaknya telah meengecek join di badan Jembatan Ampera untuk mengecek apakah ada pergeseran. Ternyata, tidak ada pergeseran join. Secara umum, Jembatan Ampera masih layak untuk dilalui pasca kejadian.

Baca Juga:  CCTV Sedang Maintenance, 33 Bollar Hilang Tak Terpantau

Namun pihaknya akan memastikan lebih lanjut melalui pengecekan ahli tersebut apakah ada kerusakan di dalam pilar yang akan menyebabkan kerusakan lebih besar ke depannya atau tidak. Bisa saja ada remuk di dalam pilar Jembatan Ampera yang membutuhkan penelitian lebih lanjut dari ahli tersebut.

Sebelumnya, warga sekitar Jembatan Ampera dikagetkan oleh enam tongkang yang mengangkut tangki semen curah hanyut karena terlepas dari tugboat yang menariknya, Kamis (24/3) sore. Enam tongkang semen curah ini diduga sedang kosong, sedang ditarik satu tugboat dari arah Boombaru menuju Pabrik Semen Baturaja di Kertapati.

Setelah melewati bawah jembatan Ampera, persis di depan restoran River Side tiba-tiba empat tongkang terlepas dari ikatannya dengan tongkang lainnya. Derasnya arus sungai saat itu pun mempengaruhi kecepatan hanyutnya tongkang mengikuti arus sungai menuju Jembatan Ampera.

Baca Juga:  Bawa Sajam, Lima warga Diamankan

Mengetahui tali terputus kapal langsung memutar dan berupaya mengejar tongkang tersebut. Namun karena arus lagi deras, membuat kapal meningkatkan kecepatannya. Namun tongkang semakin mendekati jembatan Ampera. Kapal ketek yang melintas berusaha menghindar, karena takut kena tabrak. Mengingat posisi tongkang melintang sungai.

Tak lama berselang, nakhoda kapal berhasil meraih tali yang terputus. Namun karena jarak sudah terlanjur dekat menyebabkan hantaman tak terhindar. Warga mendengar hantaman yang cukup keras yang terjadi karena badan kapal berbenturan dengan salah satu pilar Jembatan Ampera. #idz

 

Komentar Anda
Loading...