Warga Keluhkan Air PDAM Bercampur Lumpur
Baturaja, BP
Sejumlah warga Baturaja mengeluhkan kualitas air minum yang didistribusikan oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Ogan Komering Ulu (OKU). Pasalnya, selain distribusinya yang tersendat – sendat, kualitas air yang diterima pelanggan juga tidak memuaskan karena keruh seperti bercampur dengan lumpur.
“Sudah beberapa hari ini pasokan air ledeng tersendat- sendat. Kalaupun mengalir, kualitas air tidak sejernih biasanya bahkan terkesan keruh dan bercampur lumpur” tutur Wira (28) warga Gotong Royong Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, ditemui, Selasa (22/3).
Hal senada juga diungkapkan Jayadi (45), warga Perumahan Gotong Royong, Kelurahan Kemalaraja, mengaku kalau air ledeng di rumahnya termasuk rumah tetangganya sejak hampir dua hari lalu selalu keruh dan selalu mengecil laju distribusi air jika sudah melewati pukul 14.00.
“Sejak dua hari lalu, air yang dialirkan menjadi keruh. Biasanya air bening dan mengalir deras. Namun, akhir-akhir ini air mengalir keruh, bahkan di waktu-waktu tertentu tidak mengalir sama sekali,” terangnya. Terkait layanan air ini, Ia berharap, agar pihak PDAM OKU memperbaiki keadaan yang ada. Sehingga kedepan pelanggan PDAM terlayani dengan baik.
Sementara Dirut PDAM OKU Abi Kusno, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi air keruh. Hal ini kata dia, salah satu dampaknya dikarenakan, meluapnya air Sungai Ogan. Selain itu, kita akui, instalasi pengolahan juga mengalami kerusakan dan bocor. “Salah satu dampak keruhnya air karena, meluapnya air Sungai Ogan,” katanya.
Selain itu, Abi Kusno menambahkan, Ponton di Bakung juga mengalami kerusakan. Ponton ini terendam air Sungai Ogan. Ini masih dalam perbaikan. Rusaknya ponton di Bakung ini, mengakibatkan gangguan terhadap menyalurkan air ke pelanggan.
Oleh karenanya, untuk meningkatkan kinerja, ia menjelaskan di tahun 2016 ini, mereka melalui dana APBD, di Dinas PU CK sudah dianggarkan untuk perbaikan instalasi PDAM. “Mudah-mudahan akan segera terealisasi di 2016 ini. Totalnya saya tidak ingat, yang jelas sekitar miliaran rupiah sudah dianggarkan,” pungkasnya.#rad