Sungai Lematang Meluap

24

sungai-lematangMuaraenim, BP

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Muaraenim, sejak beberapa hari belakangan yang berlangsung siang malam, membuat air Sungai Enim dan Sungai Lematang meluap. Akibatnya, sejumlah desa yang berada di pinggir aliran Sungai Lematang tersebut sejak Senin malam hingga, Selasa (22/3) pagi mulai terendam banjir, dan menggenangi jalan-jalan jalan desa

Adapun desa yang sudah terpantau sudah mulai tergenang banjir yakni Desa Pagar Jati, Padang Bindu dan Pagar Dewa Kecamatan Benakat. Kemudian Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang. Namun banjir tersebut belum sampai mengganggu aktifitas warga.

Karena mayoritas rumah warga di desa itu berkontruksi kayu berbentuk panggung menggunakan tiang cukup tinggi. Sehingga genangan air hanya berada di bawah kolong rumah mereka.

Baca Juga:  Pengisian Jabatan Eselon II Diprioritaskan Untuk PNS Pemkab Muaraenim

Meski banjir belum sampai menggenangi rumah warga, tetapi sudah menggenangi fasilitas umum seperti Jalan, Banjir telah menggenangi halaman sekolah Namun aktifitas belajar mengajar masih berjalan normal.

Halaman SD N 5 yang berada di depan kantor Mapolsek Gunung Megang itu, memang setiap tahun menjadi langganan banjir setiap musim penghujan jika air Sungai Lematang meluap. Walaupun telah menjadi langganan banjir, namun belum ada upaya Pemkab Muaraenim untuk merelokasinya atau melakukan perbaikan kontruksi bangunan sekolah itu dengan cara meninggikan lantainya.

Taridi, salah seorang warga Gunung Megang, mengatakan, banjir di Desa Gunung Megang Luar, belum mengganggu aktifitas masyarakat. Namun jika luapan air Sungai Lematang terus bertambah akibat turun hujan deras, genangan air akan semakin dalam.

Baca Juga:  117 Ribu Siswa di Muaraenim Terima Seragam-Sepatu Gratis

“Kalau sekarang kondisi air belum begitu naik dan belum mengganggu masyarakat. Tetapi jika terjadi hujan deras dan luapan air Sungai Lematang terus bertambah tidak menutup kemungkinan genangan air akan semakin dalam dan mengganggu aktifitas masyarakat,” jelasnya

Menurut Taridi, gedung SDN 5 tersebut setiap tahun telah menjadi langganan banjir. Bahkan pada banjir tahun lalu, para siswanya sempat dipindahkan untuk belajar karena gedung sekolah itu terendam banjir cukup dalam. Namun sayangnya Pemkab Muaraenim tidak melakukan upaya untuk mencarikan solusinya.

Taridi juga mengaku selain di Gunung Megang, ada empat desa yang mulai terkena banjir tersebut yakni Desa Pagar Jati, Padang Bindu, Pagar Dewa Kecamatan Benakat dan Desa Gunung Megang Luar Kecamatan Gunung Megang.

Baca Juga:  BKD Muaraenim Siap Menerima Keluhan Pelamar CPNS

Sekretaris Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaraenim Agus, SE mengatakan, terkait musim hujan dan ancaman banjir pihaknya sejak Desember lalu telah membuat posko bencana banjir dan tanah longsor dipusatkan di kantor BPBD. Posko tersebut siaga selama 24 jam secara bergantian. Selain itu pihaknya juga telah membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) yang diambil dari personel BPBD. Unit tersebut akan bergerak cepat ke lokasi bencana.

”Dalam penanganan bencana banjir maupun tanah longsor kita harapkan agar Dinas Sosial dapat berkoordinasi dengan BPBD. Sehingga penanganannya bisa dilakukan saling berdampingan,” pintanya.#nur

Komentar Anda
Loading...