Menanti Tuah Hilton
Palembang, BP
Sriwijaya FC sudah cukup mengenal kekuatan Pusamania Borneo FC (PBFC), karena sempat bertemu di Piala Gubernur Kalimantan Timur. Namun, melakoni laga perdana Piala Bhayangkara di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jumat (18/3) sore, kedua tim sedikit tampil beda.
SFC mendatangkan gelandang asal Brasil Hilton Moreira. Sementara Borneo FC merekrut empat pemain baru sekaligus.
Ini lantaran sejumlah pemain pilarnya minta izin untuk beristirahat usai menjuarai Piala Gubernur Kaltim. Pemain yang istirahat itu, Yoo Jae Hoon, Edilson Tavarez, dan Ricardo Salampessy.
Tak perlu waktu lama, manajemen langsung merekrut empat pemain berkualitas yang masih berstatus seleksi jelang melawan SFC. Mereka, Jefri Kurniawan, yang merupakan pemain terbaik Piala Kemerdekaan yang akan mengisi posisi gelandang tengah. Lalu mantan pemain Persiba dengan posisi senterbek Ledi Utomo dan Fernando Teixeira dari Brasil. Terakhir, Brima Pepito, eks pemain Martapura, yang menggantikan Edilson di pos penyerang.
“Pusamania Borneo FC, tim juara Piala Gubernur Kaltim dengan materi pemain berkualitas. Para pemainnya sudah lama bergabung, perombakan juga tidak terlalu banyak. Mereka mengandalkan kecepatan,” kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan, Kamis (17/3).
Ia meyakini, kehilangan tiga pemain dan masuk empat pemain anyar, takkan membuat permainan tim berjuluk Pesut Etam itu menurun. Justru akan lebih garang. Apalagi, keempat pemain tadi masih berstatus seleksi.
Motivasi mereka pastilah akan lebih besar saat melawan SFC, demi mendapatkan rekomendasi pelatih untuk dikontrak permanen.
Selain keempat pemain teranyarnya, Borneo FC punya dua pemain yang menjadi roh permainan, yakni Ponaryo Astaman dan Sultan Samma. Keduanya merupakan mantan pemain SFC. Sebelumnya di Piala Gubernur Kaltim, Ponaryo dan Sultan cukup merepotkan pemain belakang lawan. Bahkan gol penyeimbang Borneo FC ke gawang SFC di babak semifinal kala itu dicetak Sultan Samma.
“Sultan Samma harus mendapat pengawalan ketat. Jangan sampai pemain belakang kehilangan konsentrasi,” ujarnya.
Popon – sapaan Ponaryo – beroperasi di tengah mengendalikan aliran bola, sementara Sultan Samma menyisir dari sisi kiri lapangan dengan mengandalkan kecepatannya. Pemain bertahan SFC harus disiplin dalam menjaga arealnya. Sementara tugas menyerang lawan, pelatih SFC menyerahkannya pada duet pemain asing, Hilton Moreira dan Alberto Goncalves.
Hilton akan ditopang oleh M Ridwan, yang pernah bermain bersamanya di skuad SFC musim 2011/2012.
“Masuknya Hilton akan membawa perubahan yang besar bagi lini depan. Kita percaya serangan akan jauh lebih efektif dari sebelumnya,” tegasnya.
Hilton dan Ridwan akan menjadi pelayan Beto, yang berposisi sebagai target man. Kendati demikian, bila ada kesempatan kedua pemain ini siap menusuk jantung pertahanan PBFC.
Sementara itu, Asisten Pelatih PBFC Ahmad Amiruddin mengusung hasil sempurna melawan SFC. Mereka sangat optimis dapat mengulangi kenangan manis di babak semifinal Piala Gubernur Kaltim. “Persiapan tim sudah maksimal untuk pertandingan besok (hari ini-red) lawan SFC. Kondisi pemain tidak ada yang terkendala cedera,” ujarnya.
Disinggung mengenai kekuatan calon lawan, Amiruddin secara khusus memuji kualitas pemain yang diasuh oleh pelatih kawakan Benny Dollo tersebut.
“SFC tim bagus. Di trofeo kemarin, kita hanya bisa menang adu penalti. Materi mereka bagus, banyak pemain pengalaman di sana. Intinya kita harus bekerja keras di laga nanti,” lanjutnya.
Amirudin bersama seluruh staf kepelatihan PBFC lantas mengingatkan agar pemain tidak lupa diri, meski datang dengan status juara Piala Gubernur Kaltim.
“Kita datang ke sini tidak dengan rasa jumawa, meskipun telah menjuarai turnamen sebelumnya. Di sini, kita sama saja dengan empat peserta di Grup A ini dan tetap harus rendah diri,” pungkasnya. # zal