Iskandar: Sweeping Langsung ke Perusahaan Soal Karhutla
Kayuagung, BP
Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar, SE bakal melakukan Swiping ke Perusahaan-perusahaan, baik perusahaan perkebunan maupun Hutan Tanaman industri (HTI), di wilayah OKI, untuk mengecek langsung kelengkapan sarana-prasarana yang dimiliki perusahaan dalam melakukan pencegahan Kebakaran di wilayah Kabupaten OKI tahun 2016.
Isi edaran tersebut jelas Asmar bahwa perusahaan harus melengkapi sarana-prasarana kelengkapan untuk pemadam kebakaran, mengenai kesiapannya akan dicek langsung oleh Bupati melalui swiping ke perusahaan, untuk memastikan apakah kelengkapan itu sudah dipenuhi atau belum.
Menurut Asmar, saat ini pihaknya dari dinas perkebunan juga sudah membentuk Kelompok Tani peduli Api di beberapa Desa yang rawan kebakaran.
“Kelompok tani Peduli api inilah, nanti akan kita bina dengan dibantu peralatan pertanian, dan di bantu oleh perusahaan agar mereka bercocok tanam tidak lagi dengan kebiasaan membakar, karena peralatannya akan dibantu,” ungkapnya.
Bupati OKI Iskandar, dalam kesempatan tersebut juga menegaskan, bahwa Perusahaan harus melaksanakan beberapa Hal dalam mencegah kebakaran di lahan dan sekitar perusahaan.
“Diantaranya, perusahaan harus peduli dengan masyarakat sekitar, dengan cara memberikan CSR nya untuk masyarakat, untuk mencegah kebakaran, tolong bantu mereka agar tidak lagi bercocok tanam dengan cara membakar lahan, kemudian lengkapi kelengkapan pemadam yang memadai, buat kanal bloking, bentuk tim pemadam yang terlatih, nanti akan kita cek kelapangan mengenai kesiapan itu,” terangnya.
Iskandar menjelaskan bahwa untuk mencegah kebakaran di sekitar perusahaan, harus melibatkan masyarakat sekitar.” Libatkan masyarakat sekitar, berdayakan mereka, mulai dari pertanian atau dibina bentuk Desa peduli Api, sampai saat ini sudah dibentuk 58 Desa peduli api yang terdiri dari 78 regu peduli api, itu sudah disiapkan di 8 kecamatan yang rawan kebakaran di OKI,” jelasnya.
Diluar perusahaan, ditegaskan Iskandar, tanggungjawab bersama, dari mulai pemerintah, camat, kapolsek, Danramil dan Para Kades.” Harus bersinergi, antara kepolisian, pemerintah, TNI dan masyarakat, Kalau di Kecamatan masih terjadi kebakaran lahan, maka siap-siap camatnya kita copot,” tegas Iskandar.
Dandim 0402 OKI/OI Letkol Kav Dwi Irbaya menambahkan, saat memasuki musim kemarau akan terjadi banyak dinamika sehingga harus ada koordinasi semua pihak dalam melakukan tindakan.
“Saya harapkan camat, Kapolsek dan Danramil bersatu dan komunikasi. Perusahaan juga harus membantu karena target kita, OKI dan OI zero asap,” pintanya.
Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain, menambahkan berbagai upaya sudah dan sedang dilakukan Polri dalam pencegahan Karhutla. Upaya itu yakni penyuluhan, menyerahkan maklumat Kapolda Sumsel, membina
masyarakat serta membina karang taruna desa melalui Binmas.
“Seluruh perusahaan telah menerima Maklumat Kapolda. Saya yakin tahun ini perusahaan tidak berani lagi membuka lahan baru dengan cara membakar. Jika ternyata masih ada perusahaan yang tetap melakukan
pembakaran, maka akan kami proses hukumnyan,” janji dia.
Ditambahkannya, warning Gakum yang tanpa pandang bulu itu sudah dibuktikan pada kasus Karhutla tahun 2015 lalu. “Pasca Karhutla tahun itu, ada beberapa perusahaan yang diproses hukum dan sekarang masih
tahap persidangan di pengadilan,” tambah Kapolres. #ros