Wonderful Indonesia Dendangkan Rendang di San Fransisco

19

Aisle.LA_.4933JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak henti berunjuk gigi, menciptakan kreativitas baru di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Karena hanya dengan ide-ide tidak biasa itulah, yang membuat Wonderful Indonesia dikenal dan memperoleh perhatian ekstra. Di Negeri Paman Sam, AS, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu kembali membuat sensasi di San Fransisco Travel dan Adventure Show 2016.
Perhelatan yang berlangsung dari tanggal 5-6 Maret 2016 ini, Kemenpar menampilkan sesuatu yang khas Indonesia. “Kami menempati lahan seluas 800 M2, selain itu didukung dan melibatkan 5 industri Pariwisata Indonesia, Alhamdulillah lancar,” ujar I Gde Pinata, Deputi Pemasaran Mancanegara didampingi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya.
Industri tersebut adalah, Top Indonesia Holiday, Panorama Destination, Thrifty International Travel & Tour, Sayang Holiday Travel dan Wordlink Amerika. Lebih lanjut Nia mengatakan, untuk memperlihatkan wonderful Indonesia, di booths Global Beats Stage. “Tim Wonderful Indonesia menampilkan Tarian Tradisional Indonesia dari Bali, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, NTT dan Papua selama 2 hari berturut turut. Pengunjung sangat antusias, salah satu tarian yang kami sajikan adalah Tari Yospan,” ujar wanita kelahiran Malang itu.
Bukan itu saja, Indonesia terus menebarkan pesonanya di perhelatan tersebut. Ada panggung Destination Theater yang juga disulap oleh WI. Itu setelah, tokoh wisata Indonesia  Sugeng Suprianto dari Top Indonesia Holiday, mengisi panggung tersebut. “Pak Sugeng tampil memperkenalkan Indonesia dengan Tema Indonesia; Explore the Wonders,” ujarnya.
Ada yang lebih menarik yang dipamerkan tanah air di Negeri Adi Daya itu. Pada booth Taste of Travel Theatre, harum masakan atau kuliner Indonesia menyambar hidung dan membuat perut keroncongan.Ming Tjong, Owner atau Chef Lime Tree Restaurant, menampilkan cara memasak Rendang yang terkenal di dunia itu,” kata wanita yang orang tuanya asli Bandung itu.
Siong Ming merupakan Chef yang sudah bermukim di San Fransisco. Karena itu, dia sudah tahu selera orang Amerika dalam mengkonsumsi makanan. Dia padukan antara masakan khas Indonesia dengan selera bule yang tidak boleh terlalu pedas itu. Menpar Arief Yahya menyebut inilah “diplomasi kuliner.” Benchmark-nya cukup banyak. “Yang profesional, kita bisa lihat Thailand. Restoran dan masakan Thailand sudah menyebar di seluruh penjuru dunia. Dari makanan itulah, mereka promosi pariwisata,” kata Arief Yahya, peraih Marketeer of The Year 2013 yang dikeluarkan MarkPlus itu.
Vietnam juga sama, menggunakan “teste” di lidah untuk menjajakan potensi kuliner dan budayanya ke seluruh dunia. Jepang juga melakukan hal yang sama dengan sushi, teriyaki, tepanyaki, wasabi, dan lainnya. Korea pun meniru dengan mempromosikan kimchi melalui restoran korea di banyak negara. Tiongkok apa lagi? Tidak terhitung jenis makanan khas Negeri Tirai Bambu itu di mana-mana, dari aneka Dim Sum, Pekking Duck, sampai segala jenis mie.
“Kuliner termasuk cultural industry. Kuliner Indonesia juga banyak, ratusan jumlahnya. Dan selera lidah Indonesia yang beragam rempah itu sangat mudah di lidah banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Rendang adalah salah satunya,” kata Menpar Arief Yahya.
Nia menambahkan, untuk semakin memperkenalkan daerah tujuan wisata Indonesia, pihaknya akan terus berpromosi di Eropa dan Amerika. Karena tanah air ini memiliki berbagai potensi alam dan budaya yang belum banyak diketahui warga AS pada khususnya. “Indonesia has a lot more to offer than Bali,” tukas Nia. (*)

Baca Juga:  Dosen Unsri Bikin Heboh Limbang Jaya, Pengrajin Songket Diajari “Go Digital” ke Shopee dan Instagram1

 

Komentar Anda
Loading...