Yuk, Lihat GMT di Kaki Bukit Sulap!

22
Bukit Sulap
Bukit Sulap bakal dijadikan pusat menyaksikan GMT di Lubuklinggau.

Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang bakal dialami sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di Kota Lubuklinggau, dijadikan momentum pemerintah kota untuk menarik wisatawan.

BERBAGAI fasilitas telah disediakan Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) serta Dinas Pendidikan (Disdik), untuk memanjakan para pengunjung. Mulai dari banyaknya pilihan hotel sampai mendatangkan tim Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang GMT.

“Syukur Alhamdulillah, kota kita termasuk daerah yang dapat melihat GMT. Kita sengaja memilih kawasan obyek wisata Bukit Sulap untuk melihat gerhana matahari supaya dapat menarik minat masyarakat dan wisatawan. Jadi silakan siapa yang mau lihat salah satu tanda kebesaran Allah SWT datang ke Linggau,” ujar Walikota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe berpromosi.

Selain itu, dia juga mengimbau umat muslim dan muslimat untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan melaksanakan shalat gerhana sesuai tuntutan dalam agama Islam.

Baca Juga:  Makam bersejarah di Desa Kalampadu OI Banyak Baru Ditemukan.

“Inilah ajang kita bersyukur atas kebesaran Allah SWT. Jangan sia-siakan momen ini untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya,” ajak Prana.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau menyediakan sebanyak 600 kacamata khusus untuk dipakai menyaksikan langsung peristiwa gerhana matahari total dari kawasan wisata Bukit Sulap. Jumlah itu sudah ditambah dari yang tadinya 300 kacamata.

“Kita beli kacamatanya di Bandung. Kalau yang bagus Rp20 ribu. Kalau yang seperti topeng Rp10 ribu,” kata Sekretaris Disdik Lubuklinggau Agus Sugianto kepada wartawan.

Menurutnya, kacamata tersebut merupakan kacamata biasa, semacam klise film. Hanya saja, kacamata khusus GMT dapat menyaring sinar ultraviolet. “Dia akan berfungsi kalau terkena sinar matahari. Kalau di ruangan akan gelap,” jelasnya.

Baca Juga:  Dari Pempek, Burger, Hingga Demo Masak

Dari 600 kacamata tersebut, sebanyak 500 buah akan dibagikan ke pelajar Kota Lubuklinggau, mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Sedangkan 100 kacamata lagi akan dibagikan ke tamu dan masyarakat umum. “Paling banyak pelajar SMA,” katanya.

Agus menjelaskan, persiapan untuk menyaksikan langsung GMT di kawasan wisata Bukit Sulap sudah sejak jauh hari. Mulai dari memasang tenda dan menempatkan dua teropong bintang, yang langsung dikoneksikan ke 4 unit televisi. “Jadi pelajar dapat langsung melihatnya pakai kacamata dan juga televisi. Alat teropong satu dari Kemenag, satu lagi beli dari Bandung,” bebernya.

Pelajar yang ingin menyaksikan GMT harus datang pukul 06.00 di Bukit Sulap pada Rabu (9/3) pukul 06.00, dengan mengenakan seragam olahraga.

Baca Juga:  Kacamata Raksasa, Sensasi GMT

“Kita sengaja tidak melibatkan seluruh pelajar di Lubuklinggau karena dikhawatirkan lokasi tidak muat dan soal keamanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, perkiraan GMT di Lubuklinggau terjadi hanya 11 detik yakni pukul 07.20. Mulai pengamatan pukul 06.20. “Pukul 07,20 totalnya hanya terlihat 11 detik,” ujarnya.

Ia menambahkan, adanya GMT dapat menambah pengetahuan bagi pelajar. “Education tata surya, astronomi. Inikan alam, pengaruh GMT terhadap rumah dan hewan. Jadi setelah itu, rencananya pelajar akan menampilkan pameran kecil dari SMP dan SMA,” jelasnya.

Dikatakannya, secara teknis pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait lain terutama bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). “Jadi ada tenda, dua alat teropong di Bukit Sulap dan ada layar televisi. Menyiapkan 600 kacamata,” pungkasnya. # frans kurniawan

Komentar Anda
Loading...