GMT Jangan Berlebihan
Palembang, BP
Adanya fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang bakal terjadi di Palembang pada 9 maret mendatang, tidak hanya menjadi perhatian serius bagi pemerintah, tetapi juga ikut menarik beberapa respon dari pihak non pemerintah.
Seperti dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Sumsel misalnya, yang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak merayakan fenomena GMT secara berlebihan.
“Jangan sampai merayakan GMT ini secara berlebihan, khususnya bagi yang beragama muslim. Hendaknya untuk memilih menuaikan ibadah sholat gerhana sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” ujar, Ketua PWM Sumsel, Prof Dr H Romli MAg, ketika ditemui di kantor dewan pimpinan wilayah Muhammadiyah Sumsel, Jumat (4/3).
Menurutnya, meskipun pelaksanan sholat gerhana jatuh sebagai sunah, namun masyarakat diminta untuk melaksanakan salat tersebut karena dinilai lebih baik, apabila dibandingkan dengan kegiatan yang bernuasan tak agama, seperti menyalahkan musik dengan nada tinggi ataupun meniup saxopone.
“Ini yang kita khawatirkan pada saat GMT nantinya, malah masyarakat menyimpang dari ajaran Nabi dengan menggelar kegiatan yang tidak bermanfaat. Lebih baik GMT ini dijadikan ajang evaluasi diri dan bersyukur dengan menunaikan ibadah salat gerhana,” terangnya.
Romli menegaskan, bahwa pelaksanaan salat gerhana yang dilaksanakan dua rakaat nantinya dilaksanakan pada saat terjadi gerhana sampai dengan usai gerhana. Dimana, sholat gerhana ini bisa dilakukan sendiri sendiri, namun akankah lebih bagus apabila dibuat berjamaah.
“Berdasarkan jadwal PWM mulai fenomena GMT dapat terlihat pada jam 06.20 WIB sampai 08.31 WIB, maka dalam rentang waktu tersebut silahkan untuk sholat, sisanya bisa dilakukan pengamatan bagi pelajar dalam melihat feomena gerhana namun tetap diingat pengamata gerhana wajib menggunakan peralatan kacamat yang dibuat khusus ataupun teleskop, ” jelasnya.
Dari pihak PWM Sumsel sendiri,dikatakannya akan melaksanakan salat gerhana berjamaah di beberapa tempat Pimpinan Cabang Muhammadiyah , yang mana sudah ada enam titik lokasi yang sudah ditetapkan.Lanjut ia menjelaskan, pada setiap rakaat melakukan rukuk, qiyam dan sujud dua kali.
“Salat gerhana boleh dilakukan boleh dilakukan di tanah lapang ataupun di masjid,” pungkasnya. #adk