Pedagang Tolak Tempati Petak Los Sementara
Muaraenim, BP
Para pedagang banyak tidak mau menempati petak los blok 1 pasar sementara yang dibangun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muaraenim di badan jalan depan kantor KPUD Muaraenim. Lokasi tersebut jauh dari lokasi pasar yang terbakar, sehingga pedagang jarang yang mau berbelanja ketempat mereka.
Akibatnya puluhan petak pasar los sementara berkontruksi bangunan kayu tersebut sejak selesai dibangun hingga sekarang tidak ditempati pedagang. Pedagang yang menempati petak pasar los sementara itu, merupakan para pedagang pasar Inpres yang terbakar beberapa waktu lalu.
Mereka ditempatkan di petak sementara itu, sambil menunggu pasar yang terbakar selesai dibangun. Pembangunan pasar yang terbakar tersebut dimulai pada tahun 2016 ini. Saat itu rencana pembangunan kembali pasar yang terbakar tersebut telah memasuki tahap tender.
Ari salah seorang pedagang perak di lokasi petak los blok 1 pasar sementara itu mengakui bahwa para pedagang banyak yang tidak menempati petak los tersebut. “Disini tempatnya sepi, jauh dari pasar yang lamo. Ditambah lagi hargo komidi pertanian turun, sehingga semakin sepi masyarakat yang berbelanja,” jelas Ari, Kamis (3/3).
Dia berharap, agar Pemkab Muaraenim dapat secepatnya menyelesaikan pembangunan pasar yang terbakar. Karena hampir semua pedagang yang ditempatkan di petak los sementara tersebut mengeluh.
“Bukan pedagang di blok kami bae yang mengeluh, tetapi di blok lainnya jugo pada mengeluh. Kami bersukur telah disiapkan tempat untuk berjualan, tetapi kami lebih senang lagi kalau pasar yang terbakar cepat selesai dibangun kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muaraenim, Syarfudin melalui Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negerinya, Ansori BSC, mengaku banyaknya pedagang yang tidak menempati petak pasar los sementara tersebut. “Kita tidak tau persis kenapa mereka tidak menempati petak tersebut, apa karena tempatnya tidak stragegis atau bagaimana kita belum tau,” jelas Ansori, Kamis (3/3).
Dia menduga, ada kekeliruan pada saat membangun petak los sementara tersebut. Seharusnya pembangunan petak los sementara itu, dilakukan tidak dengan cara menutup seluruh badan jalan seperti yang ada saat ini. Melainkan dibangun hanya separuh jalan. Sehingga para pembeli bisa leluasa melintas untuk melintas.
“Kalau yang sekarang memang kita akui, jalannya sangat sempit, karena petak los itu dibangun dengan menghabiskan badan jalan. Sehingga pembeli sulit untuk melintas, karena jalannya terlalu sempit,” jelasnya.#nur