Pemprov Rapatkan Kedatangan Presiden
Palembang, BPSekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H Mukti Sulaiman mempimpin rapat kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Sumsel, Kamis (3/3) mendatang. Dirinya mengatakan, rapat kesiapan kunker Presiden RI ini membahas titik mana saja yang akan dikunjungi.
Kehadiran Jokowi kali ini untuk memantau progres pembangunan kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT), pelayanan Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Sumsel Babel, Rusunawa di Jakabaring Sport City, dan perkembangan Tol Palembang-Indralaya (Palindra).
“Beliau datang ke Palembang sekitar setengah hari, semua persiapan kita rapatkan. Pak Jokowi direncanakan akan melihat sejumlah titik pembangunan LRT mulai dari Zona Bandara Internasional SMB II, kemudian akan makan siang dulu sebelum ke Kanwil Pajak dan ke Jakabaring,” ujar Mukti usai rapat di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (29/2).
Dirinya menuturkan, titik tiang pancang LRT yang kini tengah dibangun akan disoroti oleh presiden. Selain itu, presiden pun direncanakan memantau pengerjaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jakabaring yang akan menjadi wisma atlet saat Asian Games 2018.
“Selanjutnya dari situ presiden memantau perkembangan pembangunan Tol Palindera. Sebelumnya presiden akan ke Kanwil Pajak memantau pelayanan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak,” lanjutnya.
Mukti menambahkan, untuk lokasi makan siang sendiri belum bisa dipastikan. Namun pihaknya mengusulkan untuk makan siang di rumah makan Sarinande.
Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Sumsel Nasrun Umar mengatakan, rencana kedatangan Presiden RI masih belum bisa dipastikan. Sebab awalnya direncanakan hadir pada tanggal 1 Maret dan saat ini berubah menjadi tanggal 3 Maret 2016.
“Memang belum fix tanggalnya namun besar kemungkinan tanggal 3 Maret. Sebab itu, Pemprov Sumsel tengah bersiap,”tambahnya.
Nasrun menjelaskan, kedatangan Presiden untuk melihat progress pembangunan Zona 5 LRT di Jakabaring. Sebab saat ini pun, Zona 5 Jakabaring sedang dipasang tiang pancang di sejumlah titik.
“Selain itu di area Dipo (Stasiun terakhir) akan dibangun tiang pancang. Sejauh ini terkait pembebasan lahan sudah clear sehingga pembangunan tiang pancang tidak akan tersenggol masalah pembebasan lahan,” tutupnya. #idz