Pulokerto Jadi Kawasan Pariwisata

16

37892646Palembang, BP
Pemerintah Kota Palembang berencana akan mengembangkan daerah Pulokerto untuk dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis Pariwisata dan juga pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Hal ini dipastikan setelah penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) yang dilakukan antara Walikota Palembang Harnojoyo dengan dua investor asing yaitu PT Clarion GED asal Monaco dan PT BCI asal Australia.

Penandatanganan MoU akan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum Of Agreement (MOA) tiga bulan lagi, ini sebagai bentuk persetujuan atas ketentuan yang diperlukan dalam pembangunan dua proyek tersebut.

“Kita minta bantuan PT Palembang Trading and Logistic (Patralog) sebagai BUMD yang mewakili Pemko dalam pembangunan dua proyek ini,” kata Walikota Palembang Harnojoyo, usai melakukan penandatanganan MOU, Rabu (24/2).

Baca Juga:  FGD Dokumenter Sejarah di Palembang, Guru-Guru Sejarah Bahas Toponimi Pahlawan Pertempuran 5 Hari 5 Malam

Ia menjelaskan, dua proyek tersebut akan dibangun di daerah Pulokerto di atas lahan seluas 120 hektar. Pembangunan KEK Berbasis Pariwisata dan PLTS sebagai langkah untuk mewujudkan agar Kota Palembang menjadi Green City.

“Pastinya nanti proyek tersebut akan dibuat ramah lingkungan. Seperti contoh, PLTS itu menggunakan panel surya untuk menyerap panas kemudian menghasilkan listrik yang tentu bisa membantu suplai listrik di Kota Palembang,” ujarnya.

Harno mengungkapkan, nilai investasi dari dua perusahaan asing untuk membangun proyek tersebut hampir mencapai Rp7,5 triliun. “Dari PT BCI investasinya Rp4,5 triliun untuk membangun KEK berbasis Pariwisata. Sementara dari PT Clarion untuk membangun PLTS mengucurkan dana Rp2,8 triliun,” ungkap Harno.

Baca Juga:  Peringatan HUT RI ke-80, Pemkot Palembang Gelar Upacara di JSC

Lanjut ia mengatakan, pembangunan ini juga untuk mendukung Asian Games 2018 mendatang agar saat pelaksanaan event olahraga akbar ini ketersediaan listrik mencukupi dengan PLTS tersebut.

“Untuk pertama, listrik yang dihasilkannya 10 megawatt, tapi akan ditingkatkan menjadi 100 megawatt. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah mulai groundbreaking,” harapnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT BCI Russel Percival mengatakan, alasan pihaknya ingin mengembangkan investasi berbasis pariwisata, karena Palembang dinilai mempunyai potensi di bidang pariwisata terutama wisata sungai.

“Palembang ini sangat terkenal dengan Sungai Musi sebagai ikonnya. Maka dari itu akan sangat tepat kalau dibangun satu kawasan pariwisata terpadu di Pulokerto,” singkatnya.

Baca Juga:  DPD-Kemendagri Sepakati Mekanisme Pembahasan Ranperda

Terpisah, Managing Director PT Clarion GED, Giacomo Ortolano mengatakan, pihaknya tertarik membangun proyek PLTS karena Palembang sebentar lagi akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games di 2018 mendatang. Dengan berlangsungnya event tersebut tentu Palembang akan sangat membutuhkan ketersediaan listrik yang mencukupi.

“Kita membangun PLTS karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya. Selain itu juga, produksi listrik nantinya akan membantu selama event Asian Games. Ini juga untuk menjadikan Palembang sebagai kota yang ramah lingkungan,” tukasnya.#dil   

Komentar Anda
Loading...