Dinsos Ajukan Stok Bantuan Bencana

30

indexPalembang, BP
Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan mengajukan tambahan bufferstock serta perlengkapan dan peralatan dalam menanggulangi bencana di provinsi tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Belman Karmuda menuturkan, pihaknya telah mengajukan tambahan peralatan 30 perahu karet dan 186 ton beras untuk memenuhi bufferstock yang tersisa 14 ton di Gudang Regional Sumatera serta gudang stok bantuan Sumsel.

Bufferstock itu setiap tahunnya harus terjaga sejumlah 200 ton beras. Dari tahun 2015 hingga awal 2016 ini, tersisa 14 ton, makanya mengajukan untuk menggenapkan menjadi 200 ton lagi,” tuturnya, Senin (22/2).

Baca Juga:  Potensi Pariwisata Sumsel Belum Dimaksimalkan

Hingga saat ini, Dinas Sosial Sumsel telah mendapat bantuan berupa makanan dan perlengkapan untuk korban banjir dari Kementerian Sosial RI sejak Minggu (21/2) malam.

Isi dua truk tersebut yakni makanan bayi, makanan siap saji, roti, kue, pakaian, baju dalam, perlengkapan anak-anak dan keluarga, sarung, pakaian tidur, sarden, mie instan, minyak goreng family wear, serta kid wear.

Bantuan tersebut disimpan terlebih dahulu di gudang provinsi yang terletak di dalam Kompleks UPTD Panti Sosial Karya Wanita Harapan, KM 10, Palembang sebelum disalurkan ke daerah yang membutuhkan.

Baca Juga:  Partai Demokrat , Partai Yang Strategis Maju di Pilkada Palembang Tahun 2023

“Kabupaten/kota memiliki stok bantuan bencananya masing-masing. Bila ada bencana terjadi, mereka menggunakan stok mereka terlebih dahulu. Bila kurang, mereka mengajukan tambahan bantuan ke provinsi yang akan segera kami salurkan bila sudah ada permintaan,” jelasnya.

Sejak awal tahun lalu, bencana banjir terjadi di beberapa daerah. Pihaknya telah mengirimkan bantuan beras dan perlengkapan sehari-hari masyarakat korban banjir. Dinsos menyalurkan 10 ton beras ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan 13 ton ke Kabupaten Musirawas.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pasca banjir yang disebabkan oleh fenomena La Nina, diprediksi terjadi hingga akhir Februari ini. Dibandingkan dengan daerah lain, Sumsel jarang sekali terkena banjir yang sangat parah.

Baca Juga:  Bahan Bantuan Bencana Masih Tersedia

Namun meski begitu, Pemprov Sumsel selalu siaga dalam menanggulangi setiap bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, serta Dinsos tetap siap.

Daerah lain seperti Cianjur, Sukabumi, dan Pangkal Pinang, menjadi daerah yang terkena ganasnya fenomena La Nina. “Untuk bencana yang terjadi di Bangka Belitung kemarin, Dinsos Sumsel bersama BNPB turun mengirimkan bantuan ke sana. Semoga lewat Februari cuaca akan normal,” tandasnya. #idz

Komentar Anda
Loading...