Sumsel Jadi Daerah Proyek Percontohan

18

# Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa

2302.14.foto-hl.norAsosiasi Sabut Kelapa Indonesia (ASKI) bersama Kadin Indonesia segera menjadikan Provinsi Sumatera Selatan sebagai daerah proyek percontohan pemanfaatkan limbah sabut kelapa.

 Palembang, BP

Rencananya pemanfaatkan limbah sabut kelapa ini akan dipusatkan di kawasan ekonomi khusus (KEK) d Tanjung Api-api. “Pengembangannya di Banyuasin dan satu ada binaan kita di Parit III. Saya ke Palembang untuk memastikan daerah Banyuasin, kalau ini layak berdiri lima dikembangkan jadi 10. Kita atur jangan tumpang tindih sehingga bisnis ini  menarik masyarakat dan investor,” kata Ketua Umum Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia (Aski) Efli Ramli, Senin (22/2).
Dia  berharap launching kegiatan ini lebih cepat lebih baik, menunggu pertemuan dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. “Kita segera audiensi dengan Pak Gubernur dan Bupati Banyuasin. Saya targetkan, setelah lebaran sudah ekspor,” katanya.
Menurutnya, Sumsel tepatnya kawasan Tanjung Api-api merupakan kawasan yang paling berpeluang sebagai lokasi percontohan industri sabut kelapa.
Dilanjutkannya, tiga alasan yang membuat pihaknya intens mengelola limbah sabut kelapa yakni dilatari banyaknya permintaan pasar, peluang tenaga kerja, serta mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).
“Khususnya MEA ini ancaman terbesar. Karena Indonesia ini penghasil kelapa terbesar di dunia. Sekarang ini negara Asia lagi melirik karena potensi bahan baku kita terbesar, sedangkan Srilanka, Philipina, Vietnam, India daerahnya terbatas sedangkan pasarnya besar,” katanya.
Dari limbah sabut kelapa ini, kata dia, dapat diolah menjadi matras, tali tambang, coco pit (media tanam) dan sebagainya. “Kemampuan Indonesia saat ini baru bisa menutup 15 persen kebutuhan dunia, sementara  produksi sabut kelapa ini bisa mencapai Rp15 triliun pertahun seluruh Indonesia,” katanya.
Selain itu, Kadin Indonesia telah menyiapkan lima mesin pengolah sabut kelapa untuk menjadikan kawasan Tanjung Api-api sebagai kawasan industri percontohan sabut kelapa.
Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo menargetkan April tahun ini pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produksi turunan bisa berjalan. Sehingga usai lebaran ekspor limbah sabut kelapa bisa dilakukan.
“Hasilnya bisa dalam waktu dekat karena setelah lebaran bisa ekspor. Target tahap pertama akan menurunkan lima mesin untuk lima industri. Per industri berjarak 20 km. Paling tidak menyerap tenaga kerja 600 orang,” kata Eddy Ganefo. #osk

Komentar Anda
Loading...