Gubernur Sentil Soal Begal dan Kebersihan Palembang

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memberikan penjelasan kepada peserta seminar nasional tentang dampak penyelenggaraan Asian Game’s 2018 di Hotel Navotel Palembang, Sabtu (20/1).
Palembang, BP
Sebagai salah satu penyelenggara Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan pembenahan, terutama di kota Palembang. Tetapi menjelang pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu, kota Palembang masih diganduli banyak permasalahan yang bisa mengganggu pelaksanaan pesta itu.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menunjuk soal kebersihan dan keamanan di kota Palembang. Dua soal yang bersumber dari kultur buruk pengelolaan pemerintahan ini terus mengusik perhatiannya.
“Jangan terlalu pesimis, saya kalau ada kejadian saya telepon Kapolda dan Kapolresta. Bayangkan di ring I Istana bisa terjadi seperti itu, apalagi di daerah. Tapi tidak boleh terjadi sekarang, begal di mana-mana. Ini menjadi perhatian dan tidak bisa dibukakan di sini apa yang telah dan akan kami lakukan untuk memberantas ini,” kata Gubernur saat menjadi pembicara dalam seminar nasional dengan tema ‘Dampak Penyelenggaraan Asian Games Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Selatan’ Hotel Novotel Palembang, Sabtu (20/2).
Mengenai masalah kebersihan di kota Palembang, Gubernur mengatakan, dulu kota Palembang bersih namun sekarang kurang bersih.
“Tolong siapa dinas kebersihan kota Palembang, itu harus kerja 24 jam. Tidak usah jauh-jauh, aku kalau makan mie celor di 26 Ilir itu manas terus aku samo yang punyonyo. Mie Celor ini ikon kota Palembang, tapi kalau masuk dapur kamu uwong urung makan. Apolagi martabak har; kalau Presiden Jokowi blusukan makan di situ, jingok dapurnya cak itu dak galak dio makan martabak har,” katanya.
Karena itu Gubernur meminta tempat makan dan restoran menjaga kebersihan lingkungannya. Kalau tidak bisa menjaga kebersihan harus tutup sementara.
Dalam kesempatan tersebut turut menjadi pembicara Wakil Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang dan Ketua DPD HIPMI Sumsel Yudha Pratomo. Diskusi dimoderatori oleh Direktur Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Tridinanti Palembang Prof Dr H Sulbahri Madjir, SE, MM. Hadir ratusan mahasiswa, dosen, dan staf pengajar dari Universitas Tridinanti Palembang.
Gubernur menambahkan, menjadi tuan rumah Asian Games 2018 adalah perjuangan yang luar biasa dan tidak mudah, khususnya untuk kota DKI Jakarta dan Palembang.
“Mengapa di Jakarta? Karena Jakarta adalah Ibukota Indonesia. Mengapa juga di Palembang? Karena Palembang sudah siap fasilitasnya, lebih tinggi semangatnya dan sudah berpengalaman menjadi tuan rumah olahraga bertaraf internasional,” kata Gubernur.
Selain itu menurut Gubernur menjelaskan, pihaknya telah merencanakan ujuannya sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bersama DKI Jakarta. Tujuan itu tertuang dalam tujuan utama, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.
“Tujuan jangka pendek mendukung dan menyuksekan agenda RI. Mempercepat pengungkit pembangunan infrastruktur yang berkualitas internasional. Mempercepat peningkatan kemampuan dan kualitas SDM di Sumsel. Meningkatkan kemanpuan lembaga. Meningkatkan income (pendapatan) masyarakat. Sekaligus, meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Untuk tujuan jangka panjang, penyelenggaraan Asian Games 2018, yang sukses diselenggarakan di Bumi Sriwijaya, akan semakin meningkatkan kepercayaan dunia internasional.
“Tujuan jangka panjang Asian Games 2018 dapat meningkatkan kepecayaan dunia internasional, dan meningkatkan perekonomian daerah,” katanya.
Selain itu Gubernur memastikan 6 bulan sebelum Asian Games 2018, kota Palembang akan menjadi kota tercantik di Indonesia.
Menurut Alex, banyak pembangunan yang akan dilakukan di ibukota Sumatera Selatan sebelum Asian Games 2018 mendatang. Selain LRT, juga pembangunan Musi IV, Musi VI, dan direncanakan membangun jalan layang di Simpang Tanjung Api-api.
“Saya minta maaf kalau Palembang ini babat bingkas (berantakan). Jangan menggerutu, harus sabar karena pembangunan di mana-mana. Tapi enam bulan sebelum Asian Games, Palembang menjadi kota tercantik di Indonesia,” katanya.
Direktur Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Tridinanti Palembang Prof Dr H Sulbahri Madjir, SE, MM mengapresiasi apa yang telah diutarakan Gubernur Sumsel dan jajaran dalam persiapan Asian Games 2018 di Palembang.
“Dengan Asian Games, banyak manfaatnya bagi pemerintah daerah. Bisa menambah retribusi pajak dan tentunya kita bisa lebih melaksanakan kegiatan internasional. Kita contohkan Saudi Arabia, bukan kaya karena minyak saja tapi karena jemaah haji dan umrah yang datang tiap hari bawa uang sekian juta. Berapa triliun yang masuk setiap hari, ada yang masuk bergulir, mereka makmur, begitu pula Asian Games tidak sampai tiga tahun kita bisa meraih Rp24 triliun. Itu luar biasa yang bisa dinikmati oleh masyarakat Sumsel,” katanya.#osk