Pelaku Mesum Diminta Sembelih Sapi
Banyuasin, BP
Masyarakat Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III mengaku geram dengan aksi mesum yang dilakukan Zl dan Mar yang menghebohkan desa setempat, Rabu (17/2) lalu. Masyarakat pun meminta keduanya menjalankan ritual sedekah cuci kampung.
Kepala Desa Tanjung Agung Dodi Mustriyanto mengatakan, cuci kampung menjadi tuntutan masyarakat di desanya untuk membersihkan nama Tanjung Agung yang tercoreng akibat perbuatan memalukan keduanya.
“Warga masih geram dan marah dengan kejadian tersebut, karena nama desa tercemar. Budaya di sini, setiap terjadi, perbuatan mesum dilakukan harus dibersihkan dengan cara cuci kampung,” kata Dodi.
Cuci kampung yang dimaksud, yakni kedua pelaku harus menyembelih sapi, selanjutnya daging sapi disedekahkan kepada warga yang kurang mampu di Tanjung Agung.
“Yang dikorbankan harus sapi, bukan ayam atau kambing. Karena salah satu pelaku itu istri orang lain dan pasangannya itu juga sudah punya anak istri. Begitu peraturan dan budaya yang ada di desa kami,” kata dia.
Dikatakan Dodi, cuci kampung harus dilakukan keduanya untuk meredam kemarahan warga, karena warga Tanjung Agung sangat marah tanah mereka dikotori dengan perbuatan mesum Zl dan Mar. “Jika tidak dijalankan, akan membuat warga semakin marah,” kata dia.
Sejauh ini, kata Dodi, jika desa mereka tetap aman dan terkendali, meski kejadian tersebut menjadi buah bibir di desanya. “Warga malu, karena kejadian ini sudah dua kali di rumah yang sama. Namun bedanya dulu aksi mesum dilakukan duda dan janda, dan keduanya dihukum dengan cara dinikahkan juga cuci kampung,” terang dia.
Sementara, Camat Banyuasin III Ir Alpian berharap masyarakat di Tanjung Agug untuk tetap tenang dan kondusif. “Biarkan proses hukum berjalan, saya berharap tetap tenang dan tidak muncul gejolak,” katanya. Omew