Gubernur Akan Hadiri Malam Puncak Cap Go Meh

Persiapan akses dan berbagai pernak pernik di Pulau Kemaro dalam menyambut perayaan Cap Go Meh 2567, Kamis (18/2).
Palembang, BP
Puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2567 atau Cap Go Meh akan dilaksanakan umat Tionghoa di Pulau Kemaro pada Sabtu dan Minggu (20-21/2). Dipastikan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Walikota Palembang H Harnojoyo akan menghadiri Cap Go Meh.
Berbagai persiapan dilakukan panitia di pulau yang berada di tengah Sungai Musi itu, mulai dari pemasangan tenda hingga lampion yang sudah hampir rampung.
Selain itu, ribuan orang baik pengunjung dan umat Tridharma akan datang ke Pulau Kemaro, Palembang, selama dua hari satu malam perayaan Cap Go Meh yang dipusatkan di pulau di tengah Kota Palembang atau tepatnya di Klenteng Hok Ceng Bio tersebut.
Berdasarkan pantauan, Jumat (19/2) tak hanya masyarakat Tionghoa yang ada, warga non-Tionghoa pun antusias menghadiri perayaan Cap Go Meh sekedar untuk melihat keindahan serta pesona budaya Pulau Kemaro, terlebih muda-mudi datang hanya untuk berfoto dan mendatangi pohon cinta menjadi legenda pulau yang dapat ditempuh dengan kapal dari pusat kota sekitar setengah jam itu.
Atau dengan menyeberangi dengan menggunakan ponton atau jembatan darurat dari kapal tongkang, yang sengaja dipasang pihak panitia agar pengunjung yang akan datang menuju ke Pulau Kemaro.
Selain itu, banyak juga pedagang yang telah sibuk menyiapkan barang dagangannya di Pulau Kemaro untuk berjualan yang jumlahnya hampir 200 pedagang. Pengunjung yang datang juga dapat menikmati wahana permainan serta berbagai makanan yang tersedia di sekitar Pulau Kemaro.
Berbagai wahana yang dapat dinikmati antara lain roda lambung, komedi putar, dan wahana lainnya. Selain wahana itu, ada pula permainan lain yang pedagang tawarkan terutama untuk anak-anak serta keluarga.
Pengunjung yang datang tinggal memilih, wahana mana yang akan dinaiki.
Ketua panitia penyelenggara, Husni Candra mengatakan, malam puncak Cap Go Meh, Sabtu (20/2) pukul 00.00 sebenarnya adalah malam mencari jodoh berdasarkan legenda yang ada di tanah Tiongkok, di samping sembahyang. #osk