Sumsel Siapkan 120 Ha Untuk Sirkuit MotoGP
Palembang, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menyatakan kesiapan Pemprov Sumsel untuk menggelar ajang balap motor tertinggi di dunia, MotoGP, pada 2018. Setelah disetujui oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI beberapa waktu lalu, pihaknya akan menyiapkan lahan seluas 120 hektar di kawasan Jakabaring untuk sirkuit.
Gubernur merencanakan pembangunan sirkuit mulai 2016 dengan target selesai hanya dalam satu tahun saja. Sehingga pada 2018, Sirkuit Jakabaring siap digunakan.
“Dana pembangunan akan berasal dari pihak ketiga, tidak menggunakan dana APBD atau APBN. Besaran investasinya belum dihitung, tapi yang jelas mahal. Karena itu kita gandeng pihak ketiga,” ungkapnya usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Daerah di Gedung PSCC, Rabu (17/2).
Alex meyakini, persiapan pembangunan sirkuit ini tidak akan tumpang tindih dengan persiapan Asian Games. Sebaliknya akan memperkuat gelaran pesta olahraga Asia tersebut.
“Asian Games itu diselenggarakan lagi di Indonesia minimal 50 tahun mendatang. Namun gelaran Moto GP setahun sekali. Jelas dampaknya akan sangat luar biasa bagi Sumsel,” tuturnya.
Ketua DPRD Sumsel Giri Ramandha mengatakan, dipilihnya Sumsel menjadi tuan rumah MotoGP berpotensi menjadikan even tersebut ikon Sumsel ke depannya. “Harapannya ada dukungan swasta untuk pembangunannya. Jadi pasti kita dukung,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex mengatakan, anggota DPR RI yang berasal dari Sumsel mendukung apa pun pembangunan atau proyek yang bakal dibangun di Sumsel. “Apa pun bentuk program pemerintah, kita dukung,” jelasnya.
Ia mengaku bangga dengan Gubernur Sumsel yang berhasil menyakinkan pemerintah pusat menjadikan Sumsel sebagai tuan rumah MotoGP. “Anggota DPR RI akan terus memfasilitasi dan memperjuangkan pembangunan Provinsi Sumsel. Ini event luar biasa untuk membangun Sumsel,” tukasnya.
Sebelumnya, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, Gubernur Sumsel telah bertemu Menpora Imam Nahrawi. Dalam pertemuan itu, Alex sempat ditawari untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2017, tapi menyatakan tidak sanggup.
“Dia hanya sanggup tahun 2018. Di sana (Jakabaring) luas tanahnya 120 hektar,” ujar Gatot saat diwawancarai di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (16/2).
Menurut Gatot, Palembang akan membuat sirkuit baru yang dananya dicari dari sponsor. Palembang menjadi pilihan karena tanah yang akan digunakan milik pemerintah. Pertimbangan itu membuat Kemenpora menyerahkan semua berkas yang akan diajukan ke pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sport.
“Saya juga sudah menyerahkan draft kontrak dengan Dorna Sport kepada Palembang. Semoga saja minggu depan kami sudah mendapat LoI dari Dorna Sport,” kata Gatot.
Setelah mendapatkan draft MotoGP, Gubernur Sumsel selanjutnya diminta membuat surat resmi kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menpora. Surat tersebut berisi kesanggupan pemerintah provinsi Sumsel membangun sirkuit permanen untuk acara MotoGP 2018 mendatang.
Menurut tokoh otomotif Sumsel, Riduan Tumenggung, rekomendasi Kemenpora memilih Palembang sebagai tempat penyelenggaraan MotoGP event bukanlah tanpa alasan, tapi memang Palembang sudah jadi kiblat olahraga di Indonesia.
“Ini adalah kejuaraan bergengsi. Jangan ini dilihat sebagai euforia ataupun event mercusuar. Akan tetapi dampaknya, bahwa 2025 yakin akan ada sosok pembalap seperti Rio Heryanto baru asal Palembang,” ujar Riduan, Rabu (17/2).
Hal tersebut cukup realistis lantaran menurut dia, setelah MotoGP, sirkuit akan dimanfaatkan untuk latihan dan pengembangan pembinaan bagi para pembalap muda di kota ini.
Sehingga dalam kurun waktu tujuh tahun dibarengi pembinaan pembalap muda dan pelaksanaan Kejuaraan, baik itu level nasional, Asia Tenggara hingga level Asia, akan lahir pembalap andalan Sumsel-Indonesia pada 2025.
“Tapi, ini yang harus kita beri pemahaman kepada masyarakat agar jangan apriori. Lantas kemudian berspekulasi bahwa ini olahraga mahal, menghamburkan uang, dan memakan uang rakyat. Sirkuit ini kan rencananya menggandeng pihak ketiga, misalnya seperti Lippo Group, Mahaka Group dan perusahaan-perusahaan raksasa lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika Moto3 (kelas 125 CC), Motor2 (250 cc), dan GP One (500 cc) digelar di Palembang, maka ini akan menjadi peluang besar bagi pembalap muda Sumsel.
“Ini kan nanti terus berkelanjutan pasca Moto GP. Jika melalui kalender pembinaan off event terus dilakukan, maka peluang besar bagi pembalap muda,” ujarnya. # sug/idz