Gubernur Rayakan Imlek Bersama Ribuan Masyarakat Tionghoa
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin merayakan Tahun Baru Imlek 2.567 bersama ribuan masyarakat Tionghoa, di Rajawali Grand Ballroom, Minggu (7/2) malam.
Turut hadir Hj Eliza Alex Noerdin, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex, Walikota Palembang Harnojoyo, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, dan Kapolresta Palembang Tjahyono Prawoto.
Dalam sambutannya, Alex mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat Sumsel dan Palembang keturunan Tionghoa, yang merayakan Imlek. Ia mengajak seluruh masyarakat menyambut Tahun Baru Imlek dengan suka cita dan menjaga ketertiban sehingga keamanan Sumsel tetap terjaga.
“Perayaan Imlek bersama adalah bukti bahwa masyarakat Tionghoa yang ada di Sumsel sangat menjaga hubungan baik antarsesama dan dengan seluruh masyarakat Sumsel. Itu menjadikan Sumsel provinsi yang bebas dari konflik atau kerusuhan antarumat beragama,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Alex secara langsung meminta maaf kepada masyarakat karena kondisi Kota Palembang yang semakin macet dan semrawut.
“Palembang sedang berbenah. Jadi saya atas nama pemerintah memohon maaf apabila masyarakat menjadi tidak nyaman. Keadaan ini belum apa-apa. Minggu depan mulai pembangunan Jembatan Musi IV dan VI. Lalu ada jalan tol, fly over, dan lainnya. Palembang akan semakin semrawut,” ujarnya.
Namun hal tersebut bukan tanpa hasil. Dirinya menjanjikan enam bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018, seluruh pembangunan tersebut akan selesai. “Saat Asian Games, Palembang akan menjadi salah satu kota tercantik di Indonesia,” ujarnya.
H Alex Noerdin beserta Hj Eliza Alex dan Dodi Reza menyambangi sejumlah kediaman masyarakat Tionghoa yang sedang merayakan Imlek, Senin (8/2).
Dalam perayaan Imlek kali ini, Alex sengaja datang ke rumah teman semasa kecilnya, Yudi Timadius (pengusaha Carmeta tour travel) yang beralamat di Jalan Letnan Jaimas nomor 337, Kelurahan Sei Pangeran, Palembang.
Memakai batik warna merah, Alex langsung memberi sapa ‘Gong Xi Fat Cai’ kepada Yudi beserta istri dan keluarganya yang sudah menyambut Alex di teras rumah.
Sempat berbincang mengenai perkembangan pembangunan yang ada di Palembang, seperti light rail transit (LRT) dan kedua Jembatan Musi IV dan Musi VI, tidak lupa Alex meminta maaf jika selama pembangunan mengganggu masyarakat.
“Saya kenal beliau sejak masih kecil. Kita jaga sama-sama, Palembang sedang berbenah, Pasar Cinde mulai dikerjakan dua bulan lagi dibagusin lagi. Semua ini untuk Asian Games 2018,” kata Alex.
Alex mengajak semua masyarakat Sumsel untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2.567 yang bertepatan dengan tahun Kera Api. “Kebetulan dengan shio saya cocok, tambah banyak rezeki kita semua,” katanya.
Yudi Timadius mengaku bangga Alex Noerdin berhasil memperjuangkan Asian Games 2018 digelar di Palembang. “Kami bangga bukan hanya di Sumsel tapi juga Indonesia dan bersama Pak Gubernur akan menggelar Imlek bersama dan Cap Go Meh untuk melestarikan budaya Sriwijaya,” katanya.
Selanjutnya, Alex menyantap hidangan yang telah disediakan tuan rumah. Alex bersama Hj Eliza dan Dodi Reza Alex langsung menuju meja makan dan makan model gandum.
Menurut Gubernur, makanan tersebut, makanan favoritnya. Kemudian ia melanjutkan kunjungannya ke rumah pengusaha Tionghoa Awi, di Serong, Banyuasin.adv
Minta Maaf, Palembang Macet dan Babas Bingkas
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin merayakan Tahun Baru Imlek 2567 bersama ribuan masyarakat Tionghoa di Rajawali Grand Ballroom, Minggu (7/2) malam.
Turut hadir bersama Gubernur, Hj Eliza Alex Noerdin, putra sulungnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex, Walikota Palembang Harnojoyo, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Kapolresta Palembang Tjahyono Prawoto
Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat Sumsel, khususnya Palembang yang merayakan dengan suasana kebersamaan. Ia mengajak seluruh masyarakat menyambut Tahun Baru Imlek dengan sukacita dan ketertiban sehingga keamanan Sumsel tetap terjaga.
Sebagai pemimpin, Alex harus memastikan perayaan Imlek yang dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa berlangsung aman dan tanpa adanya gesekan antaretnis ataupun antarumat beragama.
“Perayaan Imlek bersama adalah bukti bahwa masyarakat Tionghoa yang ada di Sumsel sangat menjaga hubungan baik sesamanya dan dengan seluruh masyarakat Sumsel. Itu menjadikan Sumsel adalah provinsi yang bebas dari konflik atau kerusuhan antarumat beragama,” tuturnya.
Ia melanjutkan, makna dari perayaan Imlek yang paling penting adalah menjaga kerukunan sesama masyarakat yang tinggal dan menetap di Sumsel. Ia meminta agar semua pihak yang ada di Sumsel agar bisa menjaga sekuat tenaga hubungan baik sehingga tidak boleh ada kerusuhan antar etnis dan umat beragama di Sumsel.
Pada umumnya setiap perayaan keagaaman di Sumsel selalu berlangsung khidmat dan tak pernah sekalipun terjadi konflik yang berarti dimasyarakat. Untuk itu dia mengharapkan suasana demikian juga dapat terus dipertahankan sehingga kekompakan antar etnis dan masyarakat di Sumsel pun dapat terjalin semakin baik.
Dalam kesempatan ini, Gubernur secara langsung meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena saat ini kondisi Kota Palembang yang semakin macet dan babas bingkas.
“Palembang sedang berbenah, jadi saya atas nama pemerintah memohon maaf apabila masyarakat menjadi tidak nyaman. Keadaan ini belum apa-apa. Minggu depan mulai pembangunan Jembatan Musi IV dan VI. Lalu ada jalan tol, fly over, dan lainnya. Palembang akan semakin semrawut,” ujarnya.
Namun hal tersebut bukan tanpa hasil. Alex menjanjikan enam bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang seluruh pembangunan tersebut akan selesai. “Saat Asian Games nanti, Palembang akan menjadi salah satu kota tercantik di Indonesia,” ujar Gubernur dua periode ini.
Ia pun meminta kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan. TNI dan Polri tidak bisa menjaga keamanan dengan maksimal apabila tidak dibantu dengan peran serta masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban adalah salah satu syarat untuk membangun daerah. Terima kasih kepada masyarakat yang telah senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan. Jaga terus yang telah dipertahankan hingga saat ini,” pungkasnya.
Acara dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai, tari tradisional Tionghoa, dan senandung lagu Mandarin.adv
KOMENTAR
Sudah Sewajarnya
H Nopran Marjani, Wakil Ketua DPRD Sumsel
SEORANG kepala daerah adalah milik umat dan orang banyak. Bila ada salah satu umat beragama merayakan hari besarnya, Gubernur sebagai kepala daerah sudah sewajarnya untuk bersilaturahmi guna mempererat rasa persaudaraan serta kesatuan dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama serta keutuhan NKRI, khususnya di Sumatera Selatan.
Bentuk Perhatian
Muhammad Arwani Deni, Tokoh Masyarakat Sumsel
Gubernur Sumsel ikut merayakan Imlek bersama masyarakat Tionghoa adalah hal yang baik dan perlu dilakukan sebagi bentuk perhatian kepada masyarakat Tionghoa yang juga merupakan bagian dari masyarakat Sumsel.
Itu adalah bentuk perhatian, simpati, dan empati dari seorang pemimpin kepada masyarakatnya.
Mudah-mudahan kedekatan antara pemimpin dan seluruh masyarakatnya ini dapat mendorong percepatan pembangunan serta menjadi katalisator bagi kesenjangan yang mungkin melingkupi masyarakat saat ini.
