Ketua KONI Harus Bisa Sukseskan Asian Games
Palembang, BP
Berangkat dari amanat AD/ART dalam roda Badan Olahraga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, yang habis masa jabatan terhitung bulan ini, maka dilakukan Musyawarah Organisasi Provinsi (Musorprov) untuk kursi Ketua Umum KONI Sumsel periode 2016-2020. Ketum baru akan menggantikan Muddai Madang yang kini menjabat Wakil Ketua Olimpiade Indonesia (KOI).
“Ya, tim penjaringan sudah kita bentuk untuk Musorprov sebagaimana amanah AD/ART yang berlangsung selama tiga hari tanggal 26 sampai 28 Februari nanti di Hotel The Jayakarta Daira,” ujar Sekretaris Umum KONI Sumsel H Akhmad Najib, Senin (1/2).
Sambung Najib, siapapun yang menjadi pimpinan KONI Sumsel diharapkan mempunyai semangat, kecintaan dalam olahraga, integritas dan profesional dalam mensukseskan Asian Games 2018 serta PON 2016 di Jawa Barat.
Wakil Ketua Tim Penjaringan Ketum KONI Sumsel Asdit Aziz mengatakan bahwa dalam Musorprov nanti ada lima suara yang terancam hangus dari total 69 suara yang berhak memilih Ketum KONI Sumsel. Kelima suara tersebut berasal dari lima pengprov cabor yang masa jabatannya usai akan tetapi belum melakukan musyawarah provinsi (Musprov), bahkan sudah melebihi enam bulan.
“Total ada 69 suara yang berhak memberi suara nantinya. 50 Suara terdiri dari pengurus provinsi cabang olahraga, 17 pengurus cabang KONI Sumsel di kabupaten/kota dan dua suara untuk KONI Pusat dan Ketua KONI yang lama. Dan dari 69 suara itu, lima suara terancam tak bisa memberi suara karena masa jabatannya sudah habis,” terang Asdit Aziz.
Kelima Pengprov Cabor tersebut adalah adalah Perbasasi, PODSI (Dayung), PABBSI (angkat berat/besi), PGSI (gulat), dan TTMSI (tenis). Jika pada 26 Februari Panitia Musorprov belum menerima SK kepengurusan baru dari PB cabor pusat, maka cabor akan mati suri dan hak suara dicabut dalam Musorprov kali ini.
“Kita sudah peringatkan kepada mereka. Jika pada per-26 Februari nanti belum ada SK Resmi dari PB kepengurusan baru maka dilarang memberikan suara sehingga suara penuh menjadi 64 suara,” terang pria yang juga Wakabid Organisasi KONI Sumsel ini.
Masih dikatakannya bahwa di hari pertama Musorprov akan dimulai dengan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepengurusan KONI Sumsel masa jabatan 2012-2016. Kemudian di hari selanjutnya pemungutan suara dengan tata tertib dan sidang yang diatur sebagaimana AD/ART.
#sug