12 Tahun, OKU Selatan Maju Pesat
Muaradua, BP
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan genap berusia 12 tahun pada Januari ini. OKUS merupakan pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang kini berganti nama menjadi Kabupaten OKU Induk.
Terbentuknya Kabupaten OKU Selatan tak lepas dari kegigihan PPP-KOS di bawah kepemimpinan H Muhtadin Sera’i sebagai ketua umum, yang diberi kepercayaan penuh oleh masyarakat untuk memperjuangkan pembentukan Kabupaten OKU Selatan.
Hingga akhirnya pada 7 Januari 2004, Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia menandatangani prasasti persetujuan pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, bersama 24 kabupaten/kota lainnya.
Sejak saat itu, Kabupaten OKU Selatan terbentuk. Mantan Bupati H Muhtadin Sera’i menjadi kepala daerah pertamanya hingga sekarang masuk masa transisi dijabat PJ Bupati OKUS Robby Kurniawan, S.STP, M.Si.
Sepanjang 12 tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan telah melangsungkan sejumlah pembangunan insfrastruktur strategis guna mendukung peningkatan perekonomian daerah, seperti Program Gerbang Serasan Seandanan yang bertitik berat pada pariwisata, pertanian, perkebunan dan pertambangan, serta pembentukan Komisi Pengentasan Kemiskinan.
Pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dalam berbagai sektor, mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta pemerintah pusat. Kabupaten OKU Selatan kini dianggap daerah maju dan dapat disejajarkan dengan kabupaten/kota lainnya yang sudah lama terbentuk.
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemen PDT) bahkan sudah menghapus status Kabupaten OKU Selatan sebagai daerah tertinggal, berdasarkan SK Kementerian PDT.
Kementerian PDT menilai banyak kemajuan yang telah dicapai kabupaten ini. Mulai dari keberhasilan menurunkan jumlah angka kemiskinan serta meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Pelayanan dasar rata-rata juga mengalami perbaikan.
Meskipun begitu, Kementerian PDT tetap berkomitmen memberikan bantuan bagi kabupaten ini selama tiga tahun ke depan, agar dapat terus meningkatkan anggaran yang bersumber dari APBN terutama DAU, DAK serta anggaran APBN Kementerian terkait. Supaya daerah-daerah yang baru keluar dari status tertinggal dapat terus berkembang dan tidak kembali pada status semula.
PJ Bupati Robby Kurniawan, S.STP, M.Si, menilai di usia ke 12 tahun terbentuknya Kabupaten OKUS, masih banyak yang harus dibenahi. Kendati demikian diakuinya, OKUS mulai berkembang dan pertumbuhan ekonominya semakin meningkat.
“Kalau dibandingkan dengan Kota Baturaja, yang usianya sudah ratusan tahun, wajar OKUS kalah. Kabupaten kita ini baru terbentuk 12 tahun. Tapi kondisi sekarang sangat jauh berbeda. Pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat, pelayanan publik mulai membaik, dan infrastruktur semakin banyak. Hal ini tidak terlepas dari pemimpin sebelumnya, yakni bapak pembangunan H. Muhtadin Sera’i,” paparnya.
Dikatakan, selama masa transisi era H Muhtadin Sira’i ke Robby Kurniawan, ada beberapa program tertunda yang dilanjutkan dan dipercepat.
Seperti pembangunan bendungan Tiga Dihaji yang menjadi program jangka menengah nasional 2014–2019, sekaligus penjabaran Program Nawa Cita dari Presiden Joko Widodo. Lalu revitalisasi Lapangan Terbang Banding Agung, peletakan batu pertama pembangunan gardu induk Muaradua dan Jaringan Transmisi SUTT Martapura – Muaradua, pengembangan destinasi pariwisata Danau Ranau sebagai wisata andalan Kabupaten OKUS. Kemudian percepatan pembangunan pabrik PT Semen Baturaja dan pembangkit listrik.
“Walaupun sudah banyak yang kita lakukan, tapi masih banyak tantangan ke depan yang akan dihadapi. Jadi intinya bagaimana kami melaksanakan pembangunan yang menjadi urusan wajib pemerintah, seperti fasilitas umum dan bagaimana mengembangkan potensi lokal. Untuk itulah, pengelolaan pembangunan harus efektif dan efisien. Sehingga punya daya saing. Ini sebagai langkah awal dalam mensejahterakan masyarakat dan memacu kemajuan daerah,” urainya.
Sementara itu mantan Bupati OKUS H Muhtadi Sira’i mengaku bangga atas pencapaian OKU Selatan yang terus mengalami kemajuan, bahkan mendapatkan pengakuan secara nasional sebagai daerah yang maju dan berkembang.
“Kabupaten OKU Selatan saat ini sudah banyak mengalami perubahan, terutama lepas dari imej kabupaten tertinggal. Dan itu semua berkat kerja keras dan dukungan semua pihak, terutama seluruh rakyat Bumi Serasan Seandanan,” ujar mantan Bupati yang memimpin OKUS selama dua periode ini.
Ketua DPRD OKU Selatan Yohana Yuda Yanti, SE mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten OKUS ke-12. Menurutnya, dewan sangat mendukung program yang diusung pemerintah. Selain itu, DPRD OKUS juga berharap apa yang sudah diraih bisa dipertahankan.
“Seperti predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sumsel untuk pengelolaan keuangan dan aset Kabupaten OKU Selatan tahun 2014. Semoga di usianya yang ke 12 ini, laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan, dan prestasi yang sudah diraih dapat dipertahankan di masa mendatang,” tandasnya. # bob