Kebun Kopi, Duku, dan Lada Petani Mulai Layu dan Kuning

28

Buang Pemaca, BP
Musim kemarau terjadi 5 bulan terakhir, membuat tanam tumbuh milik petani seperti kopi, duku, lada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan mulai layu dan  menguning.

Pantauan BeritaPagi di lapangan dari tiga kecamatan di Kabupaten OKUS, yakni Kecamatan Buay Pemaca, Buay
Sandang Aji, dan Tiga Dihaji, perkebunan milik petani mengalami kekeringan. Seperti dituturkan Soni, warga Desa Talang Padang, Kecamatan Buay Pemaca, OKUS, kebun kopi dan ladanya layu akibat musim kemarau yang terus berkepanjangan.

“Jingok bae dek akibat panas yang berlebihan daunnyo bae bukan layu lagi  lah kuning galo, ngapo dak mati kalu mak ini jadinyo,” tuturnya.

Baca Juga:  2020, Bendungan Tiga Dihaji Selesai

Dikatakannya  jika dalam tempo 1 bulan ke depan tidak turun hujan, semua perkebunan petani di Kabupaten OKUS hanya menyisakan batang tanpa berdaun lagi.

“Mati dek kalu dak ujan bulan-bulan ini, laju nak makan apo kami petani ne, padahal itu sumber kehidupan kami,” katanya.

Senada disampaikan Kirom, petani lada di Desa Sukarami, Kecamatan Buay Sandang Aji, OKUS, meskipun panen
baru saja usai, rasa was-was tetap menghatuinya, mengingat lada yang ia miliki, daun dan rantingnya sudah mulai rontok.

Baca Juga:  Sukseskan Pilkada, Saring Informasi Hingga Pelosok

“Bukannyo dak besyukur dek, jingok ke hasil dari pendapatan panen lada tahun ini, tapi kalau cuacanyo mak ini terus, yo biso mati lada ku ne,” ungkapnya.

Terpisah Mahmud, warga Desa Sukarena, Kecamatan Tiga Dihaji, OKUS, berbeda pendapat dengan Soni dan Rian. Ia menjelaskan layu dan kuningnya tanaman lada, kopi, dan duku tergantung dengan struktur tanahnya, karena berdasarkan pengalamannya selama ini, di daerahnya terdapat dua unsur tanah yang berbeda.

Baca Juga:  Yang Menang Jangan Sombong, Yang Kalah Legowo

“Aku raso dak galonyo kuning, kareno aku  mandingkan kebun ku yang tanah teksturnyo tanah merah dengan kebon wong yang tekstur tanah berpasir. Memang kebun yang berada di tekstur tanah pasir itu sudah mulai menguning, sedangkan kebun di tanah merah ini belum samo sekali layu atau menguning,” jelasnya.

Soni, Rudi, dan Mahmud sama-sama berharap pada awal bulan Oktober Bumi Serasan Seandanan mendapatkan curah hujan, mengingat lebih dari 80% penduduk masyarakat OKUS mata pencariannya merupakan petani. #bob

Komentar Anda
Loading...