Gubernur H Alex Noerdin Terkejut
* JAKARTA DIGUNCANG BOM
Palembang, BPKejadian pembomam yang terjadi di Jakarta siang tadi sempat membuat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) terkejut tidak percaya , Gubernur mengetahui Jakarta di bom setelah Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel M Hidayat menemuinya di Griya Agung.
Kamis (14/1) sekitar Pukul 10.30 usai upacara HUT LVRI di Griya Agung Palembang , M Hidayat mendekati Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan memberitahukan kalau Jakarta di bom sehingga Gubernur langsung terkejut dan langsung istigfar,
“Awalnya saya yang memberitahukan kepada pak Gubernur ada Bom di Jakarta , beliau (H Alex Noerdin ) sempat terkejut dan istigfar,” katanya.
Setelah itu menurut Hidayat, dirinya langsung mengirimkan rekaman video pemboman di Jakarta yang ada di HP ke Gubernur dan langsung diterima Gubernur melalui HPnya .
” Pak Gubernur memerintahkan ke KNPI , Kasdam dan Polda untuk lebih membina hubungan lebih erat, untuk menjaga keamanan dan kestabilitas Sumsel,” katanya.
Setelah itu menurut menurut Hidayat , Gubernur langsung melihat TV yang ada di Griya Agung berita pemboman di Jakarta dan terlihat Gubernur menggeleng kepalanya berkali-kali.
Atas kejadian tersebut menurut Hidayat, KNPI Sumsel turut berduka kejadian tersebut dan kepada keluarga korban dapat diberikan kekuatan menghadapi cobaan ini dan KNPI siap membantu TNI dan Polri dan pemerintah untuk menjaga pengamanan objek-objek vital yang ada di kabupaten dan kota di Sumsel khususnya mall-mall, pusat perbelanjaan, keramaian dan pasar yang ada di kota Palembang.
“Disinilah peran pemuda untuk mengamankan masyarakat , jangan sampai kita lengah dengan kejadian yang ada di Jakarta, saya sudah berbicara dengan pak Gubenur, dengan Kasdam dan pihak Polda , bahwa kita harus aktip, jadi seluruh organisasi /OKP dan Ormas disini harus lebih jeli dan harus tanggap dalam hal menyikapi hal yang mencurigakan ,” katanya.
Pihaknya menginstruksikan kader-kader KNPI yang baru dilantik dan di daerah untuk lebih aktip ke tempat TNI/Polri di daerah karena pihaknya menyiapkan tenaga, waktu, pikiran untuk mengamankan masyarakat dan jangan kejadian ini masuk di Sumsel.
Sedangkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengharapkan masyarakat untuk tetap tenang, dan dapat meningkatkan kewaspadaan.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, kejadian pemboman di Jakarta dapat dijadikan sebagai pengalaman, dan tidak bersedia berkomentar banyak.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Semoga kejadian ini tidak terjadi di Sumsel,” katanya di Griya Agung, Kamis (14/1).
Dia menambahkan, dalam pertemuannya kali ini dengan Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya untuk membahas perencanaan pengamanan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
“Kami telah bertemu, dengan jajaran Kepolisian serta jajaran kodam. Untuk perencanaan dan persiapan pengamanan,” katanya.
Kepada para awak media, Gubernur menginginkan, agar tidak melakukan pemberitaan yang dapat memicu terjadinya konflik, dan meresahkan masyarakat. Sekaligus, meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan bersama.
“Kami selalu melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran,” kata Gubernur.
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson S.Ip memerintahkan kepada seluruh prajurit jajaran Kodam II Sriwijaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menyusul terjadinya aksi teror ledakan bom dan kontak tembak antara polisi dengan orang yang diduga pelaku peledakan, di kawasan Sarinah Jalan Tamrin Jakarta Pusat, pada Kamis, (14/1). Dilaporkan akibat aksi teror tersebut, menewaskan enam orang dan empat pelaku peledakan berhasil dilumpuhkan.
Pangdam menyatakan siap membackup pengamanan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
“Kodam setiap saat siap dan kegiatan-kegiatan kami lakukan melalui operasi tertutup dan soal teknisnya gak perlu saya kasih tahu. Yang jelas kejadian di Jakarta itu jangan sampai terjadi di Sumbagsel. Peningkatan kewaspadaan tetap kami lakukan, dan memberikan ketenangan bagi masyarakat tujuan utama kami,” papar Pangdam II/Swj, Mayjen Purwadi Mukson usai bertemu Gubernur Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (14/1).
Menurutnya, aksi teror ditujukan untuk membuat situasi dan kemanan tidak kondusif, dan meresahkan masyarakat.
“Tujuan teror begitu membuat resah. Kalau berita membuat resah juga bagian teror. Jadi, koordinasi sesuai Tupoksi setiap saat akan tetap dilakukan. Ini tidak ada kaitannya dengan gafatar dan mudah-mudahan nggak ada,” ujarnya.
Sedangkan Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel meningkatkan pengamanan ke seluruh objek vital. Hal ini tekait peristiwa ledakan bom di Jakarta. Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di Provinsi Sumatera Selatan.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengamanan di seluruh objek vital yang berada di Sumsel.
“Yang jelas saat ini kami telah meningkatkan keamanan dan kewaspadaan, namun bukan meningkatkan status kesiagaan. Kami juga meminta untuk tidak membuat kegaduhan yang mengakibatkan sesuatu hal yang merusak keamanan,” tegasnya saat ditemui usai bertemu Gubernur Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (14/1).
Pasca adanya pengeboman yang terjadi di Jakarta, Kapolda menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan lebih meningkatkan kewaspadaan. Serta, memberikan laporan kepada pihaknya. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
“Masyarakat agar tetap tenang dan selalu tingkatkan kewaspadaan,” katanya.
Untuk lebih memaksimalkan pengamanan di seluruh aset dan objek vital. Kapolda menjelaskan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan seluruh instansi terkait. Baik itu pemerintah daerah ataupun dengan TNI.
“Tentunya berkoordinasi dengan setiap elemen baik pemerintah maupun masyarakat, seperti Pangdam, dan lain sebagainya,” katanya. #osk