Kapolda: Biar Kapok, Preman Ditabok
Irjen Djoko Disambut Pedang Pora
Palembang, BP
Kapolda Sumsel yang baru Irjen Pol Djoko Prastowo beserta istri disambut dengan tradisi Pedang Pora oleh para perwira pertama yang bertugas di Polda Sumsel saat tiba, di Mapolda Sumsel, Selasa (12/1), sekitar pukul 09.30.
Penyambutan dengan tradisi Pedang Pora tersebut selalu dilakukan terhadap Kapolda Sumsel yang baru ketika akan bertugas di Mapolda Sumsel. Sebelum tradisi itu, Irjen Pol Djoko dan istri juga disambut dengan tari tanggai dan sekapur sirih.
Setelah tradisi di Mapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko dan istri juga disambut pejabat utama di Mapolda Sumsel dan juga Kapolres yang ada di jajaran Polda Sumsel.
Ditemui di sela-sela pelepasannya, Irjen Pol Prof Iza Fadri mengatakan, tak ada PR untuk Kapolda Sumsel yang baru ini karena Irjen Pol Djoko memang lebih teruji. Namun, dalam kepolisian sudah ada mekanismenya, serta peraturan yang terus berjalan.
“Untuk PR, saya rasa dan lihat tidak ada, karena sistem di kepolisian sudah bekerja dan ada mekanismenya,” singkat jenderal bintang dua ini.
Sementara itu, Irjen Pol Djoko yang menjabat sebagai Kapolda Sumse menambahkan, tak ada program khusus karena hal tersebut tentunya sudah diprogramkan oleh Kapolda Sumsel sebelumnya.
“Tinggal saya teruskan saja, ke depan jangan sampai ada lagi Karhutla, lalu menjelang Asian Games harus berjalan dengan lancar dan aman, untuk itu masyarakat harus ikut berperan dalam mendukung ini,” kata Djoko.
Disinggung mengenai tindak kriminalitas di Sumsel, masih dikatakan jenderal bintang dua ini, banyaknya preman-preman yang sering meresahkan masyarakat di Sumsel, khususnya di jalanan cukup ditabok saja.
“Nanti preman-preman di jalan digebukin semua,” tegas Djoko. #rio