Angka Pembunuhan di Mura Meningkat

26

IMG-20151230-01156Muarabeliti, BP

Berdasarrkan data Kepolisian Polres Mura, kurun waktu tahun 2015 kasus pembunuhan mengalami peningkatan. Rentang waktu satu tahun ini tercatat ada 20 kasus pembunuhan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 yang tercatat 19 kasus. Serupa   dengan kasus pembunuhan, kasus juga meningkat dari   69 kasus pada 2014 menjadi 75 kasus di 2015.

“Kasus pembunuhan mengalami peningkatan dibandingkan 2014 kasus pembunuhan meningkat dari 19 kasus menjadi 20 kasus, namun peningkatan kasus tersebut juga diikuti dengan peningkatan penyelesaian kasusnya yang mencapai 43 persen dibandingkan 2014,” kata  Kapolres Mura, AKBP Herwansyah Saidi, didampingi Wakapolres, Kompol Yoga Baskara beserta jajarannya, di Mapolres Mura, Rabu (30/12).

Baca Juga:  Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembunuh Sopir Taksi Online

Dikatakannya faktor penyebab peningkatan kasus   pembunuhan, karena karakteristik  masyarkat yang memiliki tempramen tinggi, sehingga begitu ada ketersingungan bisa terjadi pembunuhan.
“Karakter masyarakat yang suka membawa senjata tajam (sajam) ditambah tempramen yang tinggi sehingga begitu ada ketersingingan bisa terjadi pembunuhan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi katanya , pihak Polres  menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengadakan pesta Orgen Tunggal (OT) di malam hari. Dengan karakteristik masyarakat seperti itu (temramental), hanya karena saling pandang dan saling senggol bisa memicu perkelahian dan pembunuhan.

Kendati pembunuhan di wilayah hukum Polres Mura meningkat, namun sejumlah kasus menonjol lainnya  seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor (curas, curat dan curanmor) alias 3C, berhasil ditekan. Terbukti, total kasus 3C yang terjadi pada 2015 turun drastic dibandingkan pada 2014.
“Untuk curas yang terjadi pada 2015 dibandingkan 2014 turun dari 273 kasus menjadi 159 kasus, dengan peningkatan penyelesaian kasus hingga 18 persen atau dari 52,01 persen menjadi 70,41 persen,” terangnya..

Baca Juga:  Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat

Begitupun dengan kasus curat tambahnya, pada 2014 terjadi 317 kasus di 2015 turun menjadi 229 kasus. Sedangkan curanmor pada 2014 terjadi 34 kasus di 2015 berhasil ditekan menjadi 30 kasus.

“Untuk curanmor rencananya kita akan melakukan identifikasi nomor rangka dan nomor mesin, lalu dipublikasikan melalui media agar korbannya mengetahui kendaraan mereka yang dicuri ada di Polres,” katanya.

Baca Juga:  Begal Rampas Motor dan Bunuh Korban di Depan Istri

Sementara untuk kejahatan transnasional dalam hal ini penyalagunaan narkoba, meski angka kasus dan penyelesaiannya pada 2015 sama dengan 2014 yakni 54 kasus,  namun terjadi peningkatan pengamanan/penyitaan Barang Bukti (BB).

“Jenis narkotika tanaman (ganja) pada 2014 BB yang disita 3.302,6 gram, pada 2015 4.008,42 gram dari ladang ganja seluas  hektar beberapa waktu lalu,” katanya.

Sedangkan untuk narkotika bukan tanaman, lanjutnya, pada 2014 disita BB 400.506 gram sabu-sabu, pada 2015 terjadi penurunan BB yang sita yakni 153.855 gram sabu-sabu. “Tetapi jenis ekstasi meningkat dari 157,05 butir pada 2014 meningkat menjadi 203 butir di 2015,” katanya. #wan

Komentar Anda
Loading...